9 Jenis Alergi Aneh

Kompas.com - 02/05/2011, 10:54 WIB

KOMPAS.com - Alergi debu, biasa. Alergi bulu anjing, sering ditemui penderitanya. Tapi alergi air? Masih ada alergi-alergi terhadap hal-hal yang mungkin tak pernah terpikirkan. Apa saja? Inilah beberapa di antaranya.

1. Air

Alergi terhadap air disebut Aquagenic Urticaria. Penderitanya sangat jarang. Gejalanya, penderita akan merasa gatal-gatal, muncul tanda-tanda, serta luka di bagian kulit yang terkena air. Alergi ini berbahaya mengingat air adalah salah satu materi yang melimpah--terlepas dari masalah sulitnya akses ke air bersih.

Ahli medis belum mengetahui penyebab alergi air. Tapi, mereka menyadari bahwa histamin, yang menyebabkan banyak alergi, tidak dapat dijadikan alasan karena penderita alergi air tidak membaik ketika diberi antihistamin. Tebakan terbaik mereka: penderita alergi air mungkin bereaksi terhadap zat tambahan dalam cairan tersebut.

2. Ponsel

Materi pembuat ponsel mengandung nikel, suatu bahan yang dapat menyebabkan alergi pada banyak orang. Selain itu, radiasi, elektromagnet, dan gelombang mikro dapat memici reaksi alergi pada orang berkulit sensitif.

3. Sinar Matahari

Bak vampir, penderita photo uticaria (alergi sinar matahari), tidak dapat terkena sinar matahari. Apabila mereka terkena sinar matahari terlalu banyak, kulit mereka akan luka.

Efeknya dapat dikurangi dengan antihistamin dan steroid alergi. Tapi tetap saja mereka tidak dapat berjemur di pantai.

4. Seks

Ada wanita yang alergi terhadap air mani--pria juga ada. Dokter tidak mengetahui penyebabnya, tapi orang yang menderita Human Seminal Plasma Hypersensitivity akan menderita luka kulit setelah 10 menit terkena air mani.

Solusi masalah ini unik: semakin sering terkena air mani, tubuh akan semakin kuat terhadap air mani!

5. Deodoran

Jangan salahkan orang yang memiliki bau badan karena mungkin mereka tidak punya pilihan lain. Mereka alergi terhadap deodoran. Pengharum tubuh itu bisa menyebabkan sakit, gatal, kemerahan, dan luka pada kulit.

Untungnya saat ini sudah ada beberapa deodoran yang diresepkan dokter. Deodoran tersebut memiliki kandungan penyebab alergi yang sudah dikurangi. Selain itu, bedak bayi juga dapat digunakan sebagai pencegah bau badan.

6. Keringat

Keringat bisa mengandung banyak racun yang dikeluarkan oleh tubuh. Orang-orang yang memiliki kulit sangat sensitif bisa bereaksi terhadap racun tersebut. Gejalanya: kemerahan, gatal, bahkan luka yang sangat sakit dan berlangsung selama beberapa jam.

Seperti halnya beberapa alergi lain, dokter belum menemukan penyebabnya. Tapi dengan pengobatan sederhana, gejala bisa ditekan.

7. Olah Raga

Sangat sulit mendiagnosis alergi bernama Exercise Urticaria ini. Soalnya, ketika orang berolah raga, begitu banyak hal terjadi di dalam tubuhnya. Tapi, gejala yang biasa terjadi adalah gatal-gatal, bentol, mual, dan muntah. Ketika situasinya sudah parah, mereka bisa shock dan harus diberi suntuikan epinefrin.

8. Uang

Kebanyakan alergi uang terjadi karena uang logam yang terbuat dari nikel--tadi sudah disebutkan jika nikel menyebabkan alergi. Sulit menghindari nikel karena bahan ini banyak terdapat dalam kehidupan sehari-hari--koin, senar gitar, baterai, magnet, dan lain-lain.

9. Sepatu

Sepatu mengandung pewarna, lem, karet, dan bahan-bahan lain yang bisa bersentuhan dengan salah satu bagian tubuh yang mudah berkeringat, telapak kaki. Penderita alergi akan merasa gatal, kulit kemerahan, serta kulit mengelupas.

Obat-obatan alergi dapat menolong, tapi kalau seseorang menderita alergi terhadap karet atau kulit, mungkin ia harus sering bertelanjang kaki.

Itulah beberapa alergi aneh. Adakah yang Anda punya? (Alex Pangestu/egoTv)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau