Keputusan Komite Banding yang paling ditunggu adalah mengenai status pencalonan George Toisutta dan Arifin Panigoro. Kedua tokoh yang menggerakkan reformasi di tubuh PSSI itu dicekal oleh FIFA dan dinyatakan tidak bisa mengajukan banding oleh Komite Normalisasi PSSI.
Namun, Komite Banding tetap membolehkan kedua bakal calon ketua umum dan wakil ketua umum itu mengajukan banding. Komite Banding tidak menemukan satu pasal pun di dalam peraturan FIFA dan PSSI yang melarang bakal calon mengajukan banding atas keputusan Komisi Pemilihan.
Sampai Kamis petang, sebanyak 18 berkas permohonan banding didaftarkan di Sekretariat PSSI. Beberapa nama yang mengajukan banding adalah George Toisutta, Arifin Panigoro, Bernhard Limbong, Subardi, Tonny Apriliani, Diza Rasyid Ali, serta Kadir Halid dan Muhammad Zein.
”Senin minggu depan kami mengumumkan secara resmi nama-nama yang mengajukan banding,” ujar Ketua Komite Banding Pemilihan Ahmad Riyadh Ub, Kamis (5/5).
Berdasarkan informasi dari staf kesekretariatan PSSI, beberapa nama lain yang mengajukan banding adalah Sekretaris Umum Pengprov PSSI Jambi Hadiyandra; mantan pemain tim nasional era 1970-an, Sarman Panggabean; dan dua bakal calon independen, yaitu Sudono Waluyanto serta Sukimin.
Sukimin ditolak oleh Komisi Pemilihan sebagai calon ketua umum karena pengusul bukan anggota PSSI. Sudono Waluyanto ditolak dengan alasan yang sama sebagai calon ketua umum dan anggota Komite Eksekutif PSSI.
Hingga Kamis pukul 20:30 WIB, Sekretariat PSSI juga menerima tambahan memori banding George Toisutta dan Arifin Panigoro, yang diajukan oleh delapan pengprov dan dua klub. Memori banding susulan untuk George Toisutta dan Arifin Panigoro ini dibuat oleh tim pengacara dari biro hukum Timbul Thomas Lubis SH, LLM.
Sekretariat juga menerima banding dari klub Perseba Bangkalan, Jawa Timur, yang memprotes diloloskannya Achsanul Qasasi dan Adhyaksa Dault sebagai calon ketua umum, wakil ketua umum, dan anggota Komite Eksekutif.
Perseba menilai, Achsanul Qasasi adalah anggota Komite Eksekutif PSSI periode 2007-2011, sementara Adhyaksa Dault dinilai belum pernah berkecimpung di sepak bola.
Pelaksana Tugas Sekretariat Jenderal PSSI Joko Driyono dalam keterangan sebelumnya menjelaskan, Achsanul Qasasi bukanlah anggota Komite Eksekutif periode 2007-2011. Achsanul adalah Deputi Sekjen Bidang Keuangan sebelum menjabat sebagai Bendahara PSSI periode 2007-2011.
Komite Banding sudah mempelajari sebagian berkas yang masuk, tetapi belum membahas bersama. Setiap anggota mempelajari dokumen kemudian membahasnya secara resmi mulai Jumat hingga hari terakhir pembahasan yang berbarengan dengan pengumuman pada Jumat (13/5).
”Kami sudah mempelajari berbagai referensi yang terkait dengan banding. Komite Banding akan menggunakan berbagai aturan yang ada di FIFA ataupun PSSI untuk mengambil putusan,” ujar Riyadh, yang berprofesi sebagai pengacara.
”Saya menegaskan sekali lagi bahwa putusan Komite Banding harus bisa dipertanggungjawabkan di hadapan hukum. Kami juga tidak bisa diintervensi oleh siapa pun,” tutur Riyadh.
Riyadh akan bekerja bersama dua anggota Komite Banding, yaitu Manajer Persib Bandung Umuh Muhtar dan Sekretaris Umum Persepar Palangkaraya Rio Denamore.
Penyerang Persiba Balikpapan, Aldo Baretto, mencetak hattrick untuk mengantarkan Persiba menggulung Bontang FC, 5-3, dalam derbi Kalimantan Timur di Stadion Mulawarman, Bontang, Kamis petang. Persiba kini mengantongi nilai 29 dan berada di peringkat ke-10 klasemen Liga Super Indonesia.
Bontang FC semakin terbenam di dasar klaseman dengan nilai 13 dari 25 pertandingan. Sebelumnya Bontang juga menelan kekalahan saat bertandang ke markas PSPS Pekanbaru dan Persija Jakarta.
Pada laga melawan Persiba, Bontang sebenarnya mendapat sebuah peluang emas pada menit ke-47 karena mendapat penalti. Akan tetapi, Kenji Adachihara gagal menjadi eksekutor karena bola berhasil ditepis kiper Persiba, I Made Wirawan.
Pelatih Bontang FC Fachri Husaini mengatakan bahwa timnya kini akan fokus ke babak playoff. Pasalnya, walau menggapai kemenangan pada laga-laga akhir, hal itu tidak banyak menolong timnya.