JAKARTA, KOMPAS.com — Dalam pidato pembukaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Ke-18 ASEAN di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (7/5/2011), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan, negara-negara di ASEAN harus mampu menghadapi bencana.
Di hadapan para pemimpin ASEAN, Presiden menyatakan, kawasan ASEAN sangat rentan terhadap bencana alam. Presiden menjelaskan, ada dua hal perlu diperhatikan oleh para pemimpin negara ASEAN terkait penanganan bencana alam.
"Pertama, kita perlu meningkatkan kapasitas dan koordinasi regional melalui pembentukan ASEAN Coordinating Centre for Humanitarian Assistance on Disaster Management (AHA Centre)," kata Presiden.
Kedua, sambung Presiden, melaksanakan latihan bersama penanganan bencana alam, seperti yang dilaksanakan dalam ASEAN Regional Forum Disaster Relief Exercise di Manado bulan Maret lalu, yang diketuai bersama oleh Indonesia dan Jepang. Selain itu, Presiden juga meminta para pemimpin ASEAN tak menutup mata terhadap konflik-konflik bersenjata di berbagai penjuru dunia.
"Konflik di Libya belum mereda. Pergolakan politik di Timur Tengah masih terus berlangsung disertai dengan meluasnya kekerasan. Di perairan internasional, pembajakan dan perompakan di laut semakin rawan. Kita juga dihadapkan pada sindikat kejahatan dan terorisme internasional," kata Presiden Yudhoyono.
Tak ketinggalan, negara-negara ASEAN juga diharapkan dapat mengatasi perubahan iklim yang dapat mengakibatkan kerusakan bagi negara-negara pantai dan kepulauan, serta negara lainnya.
"Tidak dapat kita mungkiri, masih terjadi migrasi penduduk dalam jumlah besar, tidak teratur, dan tidak legal, yang menyebabkan berbagai masalah politik, sosial, dan keamanan, tidak hanya di negara tujuan (countries of destination), tetapi juga di negara yang mereka lalui (transit countries)," kata Yudhoyono.
Turut hadir pada pembukaan KTT Ke-18 ASEAN adalah Sekretaris Jenderal ASEAN Surin Pitsuwan, Sultan Brunei Darussalam Sultan Hassanal Bolkiah Mu'izzaddin Waddaulah, Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Perdana Menteri Laos Thongsing Thammavong, Perdana Menteri Malaysia Dato' Sri Mohd Najib bin Tun Abdul Razak, Perdana Menteri Myanmar Thein Sein, Presiden Filipina Benigno S Aquino III, Senior Minister Singapura S Jayakumar yang mewakili Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva, dan Perdana Menteri Vietnam Nguyen Tan Dung.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang