4 Juta Siswa Ikut UN SD

Kompas.com - 10/05/2011, 04:38 WIB

Jakarta, Kompas - Hari ini 4.249.367 siswa sekolah dasar sederajat mengikuti ujian nasional hingga Kamis (12/5). Pada UN kali ini, pemerintah pusat menitipkan 25 persen soal Bahasa Indonesia, Matematika, dan IPA, sedangkan 75 persen soal lainnya dibuat pemerintah provinsi.

Meski dalam prosedur operasi standar (POS) UN SD Tahun Pelajaran 2010/2011 disebutkan kriteria kelulusan UN ditetapkan setiap sekolah, standar kelulusan di sejumlah daerah ditetapkan pemerintah provinsi ataupun kabupaten/kota.

Penetapan kelulusan mengkaji pencapaian nilai minimal siswa selama beberapa kali uji coba (try out) UN yang dilaksanakan dinas pendidikan setempat.

Di Yogyakarta, setiap sekolah diharapkan mematok nilai minimal kelulusan UN untuk tiap mata pelajaran 4,0. Adapun nilai akhir (yang dihitung dari 60 persen nilai UN ditambah 40 persen nilai sekolah) minimal 5,5.

”Mulai tahun ini, kriteria kelulusan UN ditetapkan Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Yogyakarta Edy Heri, Senin (9/5).

Di DKI Jakarta, kriteria kelulusan diserahkan di setiap sekolah. Untuk mata pelajaran Matematika, nilai minimal ditetapkan 3,0, sedangkan IPA dan Bahasa Indonesia minimal 4,00.

Menurut Kepala SDN Duri Pulo Suharto, pengawasan ruang kelas saat UN dilakukan dua guru dari sekolah lain. Sekolah baru bisa mengambil soal tiap mata pelajaran pada pukul 05.30 di unit pelaksana teknis dinas (UPTD) dinas pendidikan tingkat kecamatan.

Sementara itu, Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh mengatakan, dalam surat keterangan hasil UN (SKHUN) tahun ini, bukan hanya menampilkan nilai UN tiap mata pelajaran. Nilai UN, nilai sekolah, dan nilai akhir akan dimasukkan dalam SKHUN.

”Biar masyarakat menilai apa maknanya jika nilai sekolah dan nilai UN beda jauh,” kata Nuh.

Siswa menginap

Di Garut, Jawa Barat, sebanyak 26 siswa SDN Sukanagara III di Cimedang, Kecamatan Cisompet, terpaksa menginap di rumah guru untuk memudahkan mengikuti UN. Akses jalan dari rumah siswa ke lokasi UN terhambat tanah longsor dan arus sungai yang deras.

”Siswa akan menginap tiga hari agar mereka datang tepat waktu dan punya kesempatan belajar lebih banyak. Sebanyak 89 siswa dari empat SDN di Sukanagara bergabung mengikuti UN di SDN Sukanagara II di Kampung Datar Pasang,” kata Kepala SDN Sukanagara III Elis Hendrayati.

Sebelumnya, sekitar 100 siswa sekolah dasar di lima kecamatan di Garut dikhawatirkan sulit ikut ujian nasional. Tempat tinggal dan sekolah mereka rusak diterjang banjir.

Rita (14), siswa SDN Sukanagara III, tak keberatan menginap di rumah guru. Ia senang karena bisa belajar bersama.

(ELN/SIR/ETA/NIT/CHE/EGI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau