Air Terjun Gitgit, Dinginnya Menggigit

Kompas.com - 13/05/2011, 09:54 WIB

KOMPAS.com — Kabupaten Buleleng tak hanya menawarkan wisata bersampan menikmati lumba-lumba menari di pantai Lovina dan kehangatan matahari terbit di tengah laut. Namun, di kabupaten di Bali Utara ini Anda juga bisa menikmati tur yang menyenangkan.

Pasalnya Buleleng memiliki tempat-tempat yang menarik dan unik dikunjungi. Berawal dari pintu masuk Buleleng dari Bedugul, Tabanan, kita menikmati dua danau "kembar" yang luas dan eksotik. Ya... disebut danau kembar karena lokasinya berdampingan dipisahkan bukit kecil. Namun, nama danau itu berbeda, yaitu Danau Tamblingan dan Danau Buyan.

Anda bisa menikmatinya dengan beragam cara. Masuk menyusuri jalanan kecil menuju air Danau Buyan dan Tamblingan sungguh asyik. Memandang air danau yang tenang dari atas pun tak kalah menyenangkan.

Jika tak memiliki waktu luang menyentuh air danaunya yang jernih dan dingin, bisa menikmatinya dari sisi jalan raya yang berdekatan dengan tebing perbukitan sebagai dinding danau.

Anda bisa memesan kopi di kedai yang berjajar di pinggir jalan, duduk di kursi-kursi kayu unik di atas tebing. Lokasi yang tepat untuk menikmati keindahan alam danau yang dikelilingi perbukitan sambil menikmati segelas kopi hangat. Semilir angin yang kadang berembus kencang memberikan sensasi saat berdiri di atas dak kayu yang tertancap di atas tebing danau.

Kedua danau ini masih belum banyak terjamah oleh gejolak pariwisata. Berbeda dengan dua danau terkenal lainnya, yaitu Danau Batur, Bangli dan Danau Beratan, Tabanan. Tak ada aktivitas wisata, seperti bersampan di tengah danau, jet ski, ataupun hilir mudik boat.

Air Terjun Kembar

Kalau Anda berwisata ke Buleleng, jangan lupa singgah menikmati air terjun di Desa Gitgit.

Kabupaten Buleleng ditempuh tiga jam perjalanan dari Denpasar. Medan jalan yang naik turun, berliku di perbukitan yang membelah Bali menjadi medan yang berat bagi traveler pemula.

Justru inilah keunikan Buleleng. Kondisi geografisnya yang berbukit serta pantai menawarkan perjalanan tur yang berbeda dengan Kuta dan Ubud. Anda bisa menikmati panorama alam yang masih asri dan tenang.

Jika sudah puas menikmati dua danau "kembar" Buyan dan Tamblingan yang masih perawan, Anda akan melalui jalan menurun berliku.

Di tengah perjalanan, 30 menit dari puncak bukit, Anda bisa singgah menikmati air terjun di Desa Gitgit. Ada tiga lokasi air terjun, yaitu air terjun kembar (twin waterfall), air terjun bertingkat, dan air terjun Gitgit yang lebih tersohor.

Air terjun yang kini disukai traveler adalah twin waterfall. Menuju air terjun, Anda akan menyusuri jalan setapak yang membelah semak. Barisan pepohonan yang diramaikan kicauan burung dan gemerisik dedaunannya sangat menenangkan. Berjalan kaki sekitar 15 menit terasa tak melelahkan.

Empasan uap air dingin menerpa hingga menyegarkan badan dan wajah. Air terjun yang jernih sangat nikmat untuk dicicipi. Hmm... segar!

Puas di twin waterfall, Anda bisa memilih air terjun bertingkat atau air terjun Gitgit yang berjarak 10-15 menit dari air terjun kembar.

Suasana berbeda ditawarkan wisata air terjun Gitgit. Wisata ini lebih maju karena telah dikelola lebih lama oleh masyarakatnya. Jalan semen menyisir hamparan sawah dan deretan pohon kelapa, pohon cengkeh yang menebarkan aroma harum dan rindang berada di lembah di antara dua perbukitan. Di kanan-kiri jalan berjajar toko seni yang menawarkan suvenir khas Gitgit dan Buleleng.

Air terjun yang bersumber dari Danau Buyan dan Tamblingan ini sangat jernih dan menyegarkan. Empasannya menebarkan kesegaran.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau