Tipis, Kans Samator ke "Grand Final"

Kompas.com - 15/05/2011, 03:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Peluang tim putra Surabaya Samator ke babak grand final turnamen Sampoerna Hijau Voli Proliga 2011 menipis setelah pada laga babak empat besar putaran kedua, Sabtu (14/5), dipecundangi Palembang Bank Sumsel Babel, 3-0 (27-25, 32-30, dan 25-22). Samator juga kalah dari Jakarta Sananta pada partai Jumat (13/5) malam, 2-3 (21-25, 25-16, 25-17, 20-25, dan 9-15), di Hall Basket Senayan, Jakarta.

Pada putaran pertama di Malang pekan lalu, Bank Sumsel juga menekuk Samator, 3-1. Maka, Samator belum pernah mengungguli Bank Sumsel.

Atas hasil ini, Samator kini mengantongi tujuh poin dari hasil dua kemenangan pada putaran pertama serta tiga kekalahan. Adapun Bank Sumsel meraih delapan poin dari hasil tiga kemenangan dan dua kekalahan.

Pada pertandingan kemarin, motor serangan Bank Sumsel, Igor Braz dari Brasil, tampil luar biasa. Ia sangat dominan dan memproduksi poin paling banyak. Hampir semua poin diborong Igor. Pemain asing lain, Thiago Marcel, tidak terlalu banyak menyumbang. Adapun pemain lokal, seperti Andri, Brian Alfianto, Agung Seganti, dan Adi Sucipto, membagi poin mereka.

Pelatih Bank Sumsel, Masyhuri, mengakui dominasi Igor pada laga ini dan itu memang sudah merupakan racikan pelatih. ”Igor adalah mesin kami dan lumbung poin. Memang kami fokuskan ke dia. Untuk posisi quicker, cukup sesekali dipakai. Kami beruntung karena emosi Igor makin tertata. Talentanya nyata,” tuturnya.

Menurut Masyhuri, strategi mengandalkan spiker adalah yang paling jitu dalam menghadapi Samator. ”Kami bisa membaca pergerakan Samator. Meski saya sudah lama meninggalkan Samator, ciri itu masih terekam,” ujar Masyhuri, yang cukup lama melatih Samator.

Menghadapi Sananta pada Minggu ini, racikan pelatih akan berbeda lagi. ”Di Sananta, ada tiga pemain dengan servis loncat yang sangat baik. Satu yang terbaik adalah pemain asingnya, (Sirianis) Hernandez. Jadi, kami akan memperkuat pertahanan. Pertama blok, selanjutnya penerimaan bola,” ucap Masyhuri.

Manajer Samator Hari Trisnardjo mengakui, timnya tampil di bawah performa terbaik. ”Blok tidak bagus, sering membuat kesalahan sendiri terutama pada set pertama, dan serangan kurang maksimal. Kekalahan ini kesalahan kami. Mengapa kok kemarin kalah dan sekarang kalah lagi,” katanya.

Samator bisa melangkah ke grand final jika bisa melibas Bank Sumsel dan Jakarta Electric PLN, Minggu (15/5) ini. Hasil itu pun masih harus didukung perolehan rata-rata poin yang lebih besar. 

Popsivo vs Electric PLN

Di bagian putri, tim putri Jakarta Popsivo Polwan memantapkan langkah menuju grand final setelah mengalahkan Gresik Petrokimia, 3-0 (25-19, 25-17, dan 25-19). Hasil ini mengandaskan kans Petrokimia ke laga puncak. Hasil ini juga sekaligus menentukan lawan Popsivo di final, yakni Jakarta Electric PLN.

Popsivo meraih 10 poin, disusul PLN dengan sembilan poin. Gresik di urutan ketiga dengan enam poin dan terakhir Jakarta TNI AU dengan lima poin.

Pelatih Popsivo, Muhammad Anshori, menjelaskan, timnya bermain tanpa beban. Semuanya rileks. Itulah yang menjadi kunci kemenangan ini. ”Kami hanya sedikit merotasi pemain. Selebihnya kami menyerahkan semuanya pada mereka,” katanya.

Anshori mencermati, semangat tim Petrokimia merosot. Pemain lokal juga tak mendapat banyak kesempatan, misalnya dialami open spiker, Lailatul Aisyah. ”Padahal, ia lebih bagus daripada pemain asing,” ujar Anshori. (IVV)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau