JAKARTA, KOMPAS - Peluang tim putra Surabaya Samator ke babak
Pada putaran pertama di Malang pekan lalu, Bank Sumsel juga menekuk Samator, 3-1. Maka, Samator belum pernah mengungguli Bank Sumsel.
Atas hasil ini, Samator kini mengantongi tujuh poin dari hasil dua kemenangan pada putaran pertama serta tiga kekalahan. Adapun Bank Sumsel meraih delapan poin dari hasil tiga kemenangan dan dua kekalahan.
Pada pertandingan kemarin, motor serangan Bank Sumsel, Igor Braz dari Brasil, tampil luar biasa. Ia sangat dominan dan memproduksi poin paling banyak. Hampir semua poin diborong Igor. Pemain asing lain, Thiago Marcel, tidak terlalu banyak menyumbang. Adapun pemain lokal, seperti Andri, Brian Alfianto, Agung Seganti, dan Adi Sucipto, membagi poin mereka.
Pelatih Bank Sumsel, Masyhuri, mengakui dominasi Igor pada laga ini dan itu memang sudah merupakan racikan pelatih. ”Igor adalah mesin kami dan lumbung poin. Memang kami fokuskan ke dia. Untuk posisi
Menurut Masyhuri, strategi mengandalkan
Menghadapi Sananta pada Minggu ini, racikan pelatih akan berbeda lagi. ”Di Sananta, ada tiga pemain dengan servis loncat yang sangat baik. Satu yang terbaik adalah pemain asingnya, (Sirianis) Hernandez. Jadi, kami akan memperkuat pertahanan. Pertama blok, selanjutnya penerimaan bola,” ucap Masyhuri.
Manajer Samator Hari Trisnardjo mengakui, timnya tampil di bawah performa terbaik. ”Blok tidak bagus, sering membuat kesalahan sendiri terutama pada set pertama, dan serangan kurang maksimal. Kekalahan ini kesalahan kami. Mengapa kok kemarin kalah dan sekarang kalah lagi,” katanya.
Samator bisa melangkah ke
Di bagian putri, tim putri Jakarta Popsivo Polwan memantapkan langkah menuju
Popsivo meraih 10 poin, disusul PLN dengan sembilan poin. Gresik di urutan ketiga dengan enam poin dan terakhir Jakarta TNI AU dengan lima poin.
Pelatih Popsivo, Muhammad Anshori, menjelaskan, timnya bermain tanpa beban. Semuanya rileks. Itulah yang menjadi kunci kemenangan ini. ”Kami hanya sedikit merotasi pemain. Selebihnya kami menyerahkan semuanya pada mereka,” katanya.
Anshori mencermati, semangat tim Petrokimia merosot. Pemain lokal juga tak mendapat banyak kesempatan, misalnya dialami