JAKARTA, KOMPAS.com — Tim putri Jakarta Electric PLN meraih gelar juara pada babak empat besar Sampoerna Hijau Voli Proliga 2011 setelah mengalahkan Jakarta Popsivo Polwan, 3-1 (25-13, 25-27, 27-25, 25-23), Minggu (15/5/11).
Pertandingan di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, itu berlangsung ketat dan diwarnai reli-reli panjang yang menegangkan dan menghibur penonton yang memadati tribune.
"Kami tidak melihat sisi juara final four-nya, tetapi persiapan untuk grand final karena secara psikologis maupun pressure-nya pasti berbeda," kata Asisten Pelatih PLN Luciana Taroreh.
Kedua tim akan bertemu kembali di grand final yang akan berlangsung di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (22/5/2011).
Sementara kapten tim PLN, Susanti Martalia, berharap kemenangan tersebut tidak membuat tim PLN terlena, tetapi bisa menjadi modal untuk persiapan menghadapi final. "Mudah-mudahan di final bisa lebih baik dari sekarang," katanya.
Baik Luciana maupun Susanti sepakat bahwa persiapan mental adalah hal terpenting untuk menghadapi final. "Siapa yang paling siap mentalnya, dia yang akan menang," kata Susanti.
Kemenangan itu membuahkan hadiah uang pembinaan bagi PLN sebesar Rp 30 juta.
Adapun Pelatih Popsivo M Ansori menilai bahwa permainan kedua tim pada pertandingan yang berlangsung ketat tersebut sama-sama baik. "Tetapi, hanya faktor keberuntungan saja, seperti pada set ketiga ketika tim kami sudah unggul 25-24, tetapi terkejar akibat tidak bermain maksimal," katanya.
Ia menilai penerimaan bola yang dilakukan timnya kurang baik, terutama pada set pertama, saat mereka hanya mampu mengumpulkan 13 poin.
"Tadi adalah pertandingan simulasi final, mudah-mudahan kelemahan kami dan kelebihan lawan bisa terbaca dan kekurangan kami bisa ditutupi dalam sepekan ini," katanya seraya menambahkan, "Mudah-mudahan di Istora Minggu depan menjadi milik Popsivo."
Sementara itu, tim putri TNI AU menutup babak empat besar Proliga tanpa meraih satu kemenangan pun setelah pada pertandingan mereka yang terakhir kalah dari Gresik Petrokimia, 1-3 (25-17, 20-25, 19-25, 21-25).
"Tim kami memang pas-pasan. Kami masuk babak empat besar hanya bermodalkan semangat juang," kata Pelatih TNI AU Eko Waluyo seusai pertandingan.
Eko mengatakan, dibandingkan dengan tim Petrokimia yang mengalahkan mereka, timnya memiliki kekurangan, yakni kurangnya pemain berpengalaman.
"Di Petro ada pemain senior, seperti Timi (Ni Putu Timi) dan Nung (Siti Nurjanah), yang bisa membangkitkan semangat. Pemain kami rata semua usianya, kalo sedang bagus, bagus semua, tapi kalau sudah drop untuk bangkit lagi susah," ujar Eko.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang