Suriah

Insiden di Gerbang Perbatasan Baqiah

Kompas.com - 16/05/2011, 03:08 WIB

Kairo, Kompas - Seorang wanita Suriah tewas dan empat warga lainnya luka-luka, di antaranya anggota militer Lebanon, akibat tembakan dari arah wilayah Suriah ke arah gerbang perbatasan Baqiah di Lebanon utara, Minggu (15/5).

Tembakan itu terjadi ketika puluhan warga Suriah melintasi gerbang tersebut menuju Lebanon untuk menyelamatkan diri dari aksi kekerasan di Suriah.

Suasana di sekitar gerbang Baqiah itu segera diwarnai kepanikan. Para warga langsung mencari perlindungan. Sejumlah pemuda Suriah yang berada di desa Wadi Khaled di sisi wilayah Lebanon menyerang pos penjagaan perbatasan di sisi wilayah Suriah dan menyandera dua serdadu Suriah.

Sebelumnya, Sabtu lalu, sedikitnya empat pengunjuk rasa tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat tembakan aparat keamanan Suriah di desa Talkalakh, provinsi Homs, yang tak jauh dari perbatasan Lebanon. Diberitakan pula sebanyak 500 warga desa tersebut lari menyelamatkan diri dari aksi kekerasan menuju distrik Wadi Khaled di Lebanon utara.

Kota-kota dan desa-desa di provinsi Homs, yang menjadi salah satu basis gerakan massa antirezim Presiden Bashar Assad, kini dalam keadaan terkepung oleh militer dan aparat keamanan yang didukung tank dan kendaraan lapis baja.

Sejak meletus aksi unjuk rasa anti rezim Bashar Assad selama hampir dua bulan ini, diperkirakan 5.000 warga provinsi Homs dan sekitarnya telah mengungsi ke Lebanon.

Seorang pengungsi Suriah dari desa Talkalakh setiba di Lebanon mengungkapkan kepada stasiun televisi AlJazeera, pos-pos pemeriksaan militer yang didukung tank-tank kini mengepung Talkalakh.

Aparat keamanan dan penduduk Lebanon di distrik Wadi Khaled juga mengungkapkan, mendengar suara tembakan dari arah Talkalakh itu.

Menurut ketua lembaga nasional untuk HAM di Suriah, Ammar Qurba, jumlah korban tewas pada aksi unjuk rasa Jumat lalu itu mencapai sembilan orang. Empat korban tewas, di antaranya gugur di kota Homs, tiga tewas di desa-desa sekitar kota Damaskus, dan dua tewas di kota Daraa.

Mereka menyebut unjuk rasa pada hari Jumat itu sebagai ”Jumat Pembebasan Wanita”. Aksi unjuk rasa ”Jumat Pembebasan Wanita” itu sebagai ungkapan solidaritas terhadap kaum wanita Suriah yang sering dilecehkan dan ditangkap.

Lembaga Mirsad untuk HAM di Suriah mengungkapkan, aparat keamanan Suriah terus melakukan penangkapan terhadap para aktivis antirezim Bashar Assad.

Dalam upaya meredam unjuk rasa itu, Presiden Bashar Assad menunjuk Wakil Presiden Farouk Sharaa dan Najah Attar memimpin komite dialog dengan kubu oposisi.

Komite dialog itu beranggotakan Penasihat Presiden Bouthaina Shaaban dan Deputi Wakil Presiden Mohammed Nassif. Direncanakan dialog nasional itu mulai digelar pekan depan.

(MTH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau