LE MANS, Kompas.com - Jorge Lorenzo mengakui, finis di posisi empat di GP Perancis, Minggu (15/5/11), merupakan hasil terbaik yang bisa diraihnya. Menurut pebalap Yamaha tersebut, dia membalap dengan rasa sakit akibat cedera jari, menyusul kecelakaan saat warm-up di Sirkuit Le Mans.
Ketika menjalani sesi pemanasan, sang juara dunia jatuh tetapi beruntung, Yamaha tunggangannya tak mengalami kerusakan fatal. Setelah timnya berusaha keras untuk melakukan sedikit perbaikan, Lorenzo bisa tampil cukup menjanjikan selama 28 lap.
Mantan juara dunia dua kali kelas 250cc tersebut sempat bertarung ketat dengan pebalap Repsol Honda, Andrea Dovizioso, serta rilvalnya dari Ducati dan Gresini Honda, Valentino Rossi dan Marco Simoncelli, untuk memperebutkan posisi podium selama event tersebut. Tetapi, sebuah kesalahan yang dilakukan karena terlalu melebar, membuat Lorenzo langsung tertinggal cukup jauh dan dia pun harus puas finis di urutan empat.
"Saya membuat sebuah kesalahan saat pemanasan karena saya terlalu kuat mendorong, dan bannya masih sangat, sangat dingin," ujar Lorenzo melalui situs resmi MotoGP.
"Saya mengalami cedera jari tangan kanan, sehingga saya tahu pasti sulit untuk menyelesaikan balapan dengan kecepatan yang bagus. Saya capek dan mengalami rasa sakit di tangan, sehingga hasil terbaik yang bisa saya raih adalah finis di urutan empat. Ini adalah hasil yang hebat pada akhir pekan."
Meskipun Yamaha kesulitan untuk mengimbangi kecepatan Honda dalam beberapa seri ini--dan dikalahkan Ducati (Rossi) pada balapan di Le Mans--, Lorenzo mengaku tetap optimistis menghadapi seri-seri selanjutnya. Itu semua karena fakta bahwa dirinya bisa secara konsisten finis di barisan depan, dan kini berada di puncak klasemen sementara dengan keunggulan 12 poin atas pebalap Repsol Honda, Casey Stoner, yang menjadi rival terdekat.
"Saya termotivasi karena kami tidak berharap finis di posisi empat besar pada semua balapan yang sudah dilewati ini," ujarnya. "Kami sedang memimpin kompetisi dengan keunggulan 12 poin dari (Casey) Stoner. Ini akan sulit, karena kami harus banyak memperbaiki motor. Tetapi paling tidak kami sedang memimpin dan memiliki motivasi."
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang