KABUL, KOMPAS.com — Empat prajurit NATO tewas pada Senin (16/5/2011) dalam serangan bom di Afganistan selatan. Demikian pernyataan aliansi tersebut.
Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) pimpinan NATO di Afganistan tidak menyebutkan kewarganegaraan korban dan menyerahkan masalah itu kepada negara tempat asal mereka. "Empat prajurit ISAF tewas setelah serangan bom rakitan di Afganistan selatan hari ini," kata pasukan itu tanpa penjelasan terinci lebih lanjut. Dengan kematian itu, jumlah prajurit asing yang tewas di Afganistan pada 2011 menjadi 176 jiwa. Jumlah itu menurut hitungan AFP yang berdasarkan atas angka-angka di situs independen www.icasualties.org.
Taliban bulan lalu mengumumkan dimulainya serangan baru dan berniat untuk meningkatkan serangan-serangan bom dan gerilya terhadap pasukan Afganistan dan sekutu asing mereka. Lebih dari separuh jumlah kematian pasukan ISAF disebabkan oleh serangan gerilya menggunakan ranjau rakitan yang dikenal sebagai IED. Serangan Senin itu merupakan yang terakhir dari rangkaian serangan gerilya yang bermunculan lagi di sejumlah daerah di Afganistan.
Konflik meningkat di Afganistan dengan jumlah kematian sipil dan militer mencapai tingkat tertinggi tahun lalu. Ini terjadi ketika kekerasan yang dikobarkan Taliban meluas dari wilayah tradisional di selatan dan timur ke daerah-daerah barat dan utara yang dulu stabil.
Sebanyak 711 prajurit asing tewas dalam perang di Afganistan sepanjang tahun lalu, yang menjadikan 2010 sebagai tahun paling mematikan bagi pasukan asing, menurut hitungan AFP berdasarkan situs independen icasualties.org.
Jumlah kematian sipil juga meningkat, dan Kementerian Dalam Negeri Afganistan mengumumkan bahwa 2.043 warga sipil tewas pada 2010 akibat serangan Taliban dan operasi militer yang ditujukan kepada gerilyawan.
Pemimpin Taliban, Mullah Omar, telah menyatakan, pihaknya meningkatkan serangan taktis terhadap pasukan koalisi untuk memerangkap musuh dalam perang yang melelahkan dan mengusir mereka seperti pasukan eks-Uni Soviet.
Saat ini terdapat lebih dari 150.000 prajurit yang ditempatkan di Afganistan untuk membantu pemerintahan Presiden Hamid Karzai dalam memerangi gerilyawan Taliban.
Taliban, yang memerintah Afganistan sejak 1996, mengobarkan pemberontakan sejak digulingkan dari kekuasaan di negara itu oleh invasi pimpinan AS pada 2001 karena menolak menyerahkan pemimpin Al Qaeda, Osama bin Laden. Sosok tersebut dituduh bertanggung jawab atas serangan di wilayah Amerika yang menewaskan sekitar 3.000 orang pada 11 September 2001.
ISAF pimpinan NATO mencakup puluhan ribu prajurit yang berasal dari 43 negara, yang bertujuan memulihkan demokrasi, keamanan, dan membangun kembali Afganistan. Namun, mereka kini masih berusaha memadamkan pemberontakan Taliban dan sekutunya.
Sekitar 521 prajurit asing tewas sepanjang 2009, yang menjadikan tahun itu sebagai tahun mematikan bagi pasukan internasional sejak invasi pimpinan AS pada 2001 dan membuat dukungan publik Barat terhadap perang itu merosot.
Gerilyawan Taliban sangat bergantung pada penggunaan bom pinggir jalan dan serangan bunuh diri untuk melawan Pemerintah Afganistan dan pasukan asing yang ditempatkan di negara tersebut.
Menurut pihak militer, bom rakitan IED mengakibatkan 70-80 persen korban di pihak pasukan asing di Afganistan.