Insiden itu terjadi di pos penjaga perbatasan Admi Kot, di Wacha Bibi, kawasan Datta Khel, sekitar 50 kilometer sebelah barat Miranshah, kota utama wilayah administrasi Waziristan Utara, Pakistan, Selasa (17/5) pagi.
Peristiwa ini terjadi di tengah memburuknya hubungan Pakistan dan Amerika Serikat—yang memimpin pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Afganistan—setelah Osama bin Laden tewas dua pekan lalu.
Pihak Pakistan maupun NATO memberikan keterangan yang berbeda tentang detail dan pemicu insiden ini. Menurut pejabat keamanan Pakistan, helikopter NATO tersebut memasuki wilayah udara Pakistan dari Afganistan dan langsung menembaki
Pejabat lain mengatakan, dua helikopter itu terbang berputar- putar di kawasan Waziristan Utara selama 10 menit sebelum akhirnya pergi setelah pasukan Pakistan melepaskan tembakan. Namun, helikopter-helikopter itu kemudian kembali lagi dan melepaskan tembakan balasan. ”Satu peluru mengenai dinding tebing di dekat daerah itu dan dua prajurit terluka terkena reruntuhan tebing,” tutur pejabat tersebut.
Sementara itu, menurut pihak NATO, insiden tersebut berawal saat salah satu pangkalan NATO di Afganistan ditembaki dari wilayah Pakistan, Selasa dini hari. Dua helikopter kemudian dikirim untuk memberikan bantuan.
”Setelah tiba di lokasi, satu dari dua helikopter ditembak dari seberang perbatasan, tetapi tidak langsung membalas. Baru setelah ditembak untuk kedua kalinya, helikopter tersebut balas menembak,” tutur Juru Bicara Pasukan Koalisi NATO Letnan Kolonel John Dorrian di Kabul, Afganistan.
Dorrian menambahkan, belum jelas apakah kedua helikopter itu telah melanggar wilayah Pakistan. ”Kami masih menyelidiki insiden ini dan melacak jalur penerbangan helikopter itu dengan mempelajari data GPS,” katanya.
Dorrian juga tidak menjelaskan dari kesatuan dan negara mana helikopter-helikopter itu berasal. Meski demikian, Associated Press mengatakan, sebagian besar helikopter pasukan koalisi yang berada di lokasi tersebut adalah heli pasukan AS.
AS memang sudah sering melakukan operasi militer rahasia di kawasan suku-suku asli (Federally Administered Tribal Areas/FATA) di barat laut Pakistan itu, yang diyakini sebagai tempat persembunyian dan pusat aktivitas kelompok Taliban ataupun Al Qaeda.
Sepanjang tahun lalu, AS melakukan lebih dari 100 serangan pesawat tempur tak berawak (drone) ke kawasan ini, menewaskan sedikitnya 670 orang. Serangan drone terakhir terjadi hari Senin (16/5) di kota Mir Ali, 40 kilometer sebelah timur Miranshah. Serangan ini menewaskan sembilan orang dari kelompok garis keras.
Insiden perbatasan tersebut terjadi hanya sehari setelah Senator John Kerry dari AS menyelesaikan kunjungan 24 jam di Islamabad, dalam rangka memperbaiki hubungan Pakistan-AS, yang memburuk setelah operasi penyerbuan tempat persembunyian Osama di Abbottabad, Pakistan, oleh pasukan AS.
Salah satu tanda membaiknya hubungan kedua negara, kata Kerry, adalah kesediaan Pakistan mengembalikan reruntuhan helikopter AS, yang jatuh saat operasi penyerbuan tersebut, kepada AS dalam waktu dekat.