Transportasi

Besok, Organda DKI Tetap Mogok Operasi

Kompas.com - 19/05/2011, 15:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Keputusan Organisasi Pengusaha Angkutan Darat (Organda) DKI Jakarta untuk berhenti beroperasi, Jumat (20/5/2011) besok, sudah bulat. Mulai pukul 06.00, sekitar 16.000 unit armada angkutan berat dipastikan tidak akan menjalankan aktivitasnya seperti biasa. Hal ini sudah menjadi keputusan bersama anggota Organda DKI Jakarta yang ditetapkan dalam rapat hari Kamis (19/5/2011) ini.

"Hasil keputusan rapat hari ini yang dihadiri 200 anggota pengusaha angkutan berat memutuskan besok, mulai pukul 06.00, kami akan tetap stop beroperasi. Tidak ada aksi, tapi kami stop operasi," ucap Ketua Organda DKI Sudirman, Kamis, saat dihubungi wartawan.

Dia mengatakan, keputusan rapat itu merupakan bentuk protes atas kebijakan pemerintah yang melarang angkutan berat masuk ke jalur tol dalam kota. Akibat kebijakan ini, anggota Organda DKI mengaku merugi Rp 12 miliar setiap hari. Nilai kerugian ini dihitung dari biaya bahan bakar minyak yang naik Rp 500.000 dalam sekali perjalanan pergi-pulang. Apalagi, industri yang menjadi penyewa jasa angkutan berat juga tidak mau biayanya dinaikkan.

"Kalau dulu satu rit sehari, sekarang perlu waktu dua hari," tutur Sudirman.

Aksi stop beroperasi tersebut, diakui Sudirman, akan dilangsungkan hingga pemerintah kembali membuka akses jalur tol dalam kota bagi angkutan berat.

"Keluhan kami tidak pernah didengar, koordinasi juga tidak. Maka dari itu, besok angkutan barang truk itu akan berhenti di dalam pulnya masing-masing sampai dibuka lagi," kata Sudirman.

Menurut dia, cara tersebut dipilih sebagai jalan terakhir lantaran suara Organda DKI juga tidak pernah didengar pemerintah. "Industri pasti menolak. Tapi mau bagaimana lagi? Ini satu-satunya cara," ungkapnya.

Seperti diberitakan, kebijakan pengalihan angkutan berat dari jalan tol dalam kota ke Jalan Tol Lingkar Luar Jakarta (Jakarta Outer Ring Road/JORR) yang diterapkan selama penyelenggaraan KTT ASEAN lalu akhirnya dilanjutkan hingga sebulan ke depan sampai 10 Juni 2011. Penerapan ini sekaligus uji coba rencana kebijakan pembatasan jam operasional angkutan berat yang belum terealisasi.

Pada penerapan uji coba tersebut, kawasan yang terlarang bagi lalu lintas angkutan berat diperluas. Jika sebelumnya hanya di ruas jalan tol dalam kota Tomang-Cawang, kini pengalihan angkutan berat juga berlaku di tol dalam kota Pluit-Tomang, Cawang-Priok, Cawang-Pasar Rebo, dan Cawang-Cikunir.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau