TEVEZ DISIA-SIAKAN

Kompas.com - 20/05/2011, 04:26 WIB

Penampilan gemilang Carlos Tevez di klubnya, Manchester City, rupanya tidak cukup mengesankan bagi pelatih tim nasional Argentina, Sergio Batista. Padahal, kini Tevez mengoleksi 20 gol di Liga Primer Inggris musim ini. Batista mengabaikan Tevez dalam daftar pemain timnas untuk turnamen Copa America dengan alasan tak dibutuhkan.

Saya tahu Carlos adalah seorang pemain hebat. Dia bermain di dua piala dunia, dia berpengalaman. Namun, sekarang pemain nomor sembilan saya adalah Messi. Messi bermain di posisi itu dan saya mempunyai Gonzalo Higuain sebagai opsi lain,” kata Batista, yang secara resmi mengumumkan 30 pemain pilihannya pada 30 Mei. Jumlah itu akan menciut menjadi 22 pemain pada 8 Juni.

Wajar jika mantan pelatih timnas Argentina sebelum Batista, Diego Maradona, Kamis (19/5), mengkritik keras Batista yang menyia-nyiakan Tevez.

”Kamu pasti sedang mabuk atau buta sama sekali dengan tidak memanggil Tevez. Jangan katakan pada saya, kamu ingin mencoba seseorang lainnya. Uji coba seperti apa yang kamu bicarakan?” ungkap Maradona kepada saluran televisi olah raga, TyC.

Sang maestro sepak bola Argentina yang pekan ini menyetujui untuk melatih klub Uni Emirat Arab, Al Wasl, itu menguraikan, Messi adalah tipe pemain yang berbeda, tidak akan cocok dengan peran tradisional pemain nomor sembilan, yaitu sebagai pemain tengah depan.

”Setiap orang mempunyai gaya bermain sendiri-sendiri, tetapi saya tidak akan memainkan Messi sebagai nomor sembilan,” ujar Maradona.

Tevez pun mempertanyakan mengapa dirinya tidak masuk tim nasional, apa alasannya.

”Saya sangat ingin membela timnas. Ada sejumlah masalah lain yang saya tidak mengetahuinya. Jika ini sepenuhnya mengenai sepak bola, mereka seharusnya memanggil saya,” ungkap Tevez kepada stasiun radio, La Red.

Menurut kabar, Tevez ditinggalkan karena hubungannya dengan Messi buruk. Di sisi lain, Batista pun dikenal sering meragukan bakat Tevez.

”Ini seperti mereka menginginkan orang-orang tidak menyukai saya. Saya mempunyai hubungan baik dengan sang orang kecil (Messi). Messi adalah yang terbaik di dunia sehingga seharusnya memang dia dan 10 lainnya,” ujar Tevez.

Meski sudah menutup pintunya untuk Tevez, Batista menegaskan, pintu di timnas selalu terbuka untuk siapa pun di masa datang. Kontrak Batista sebagai pelatih timnas hingga Piala Dunia 2014 mendatang.

”Tidak ada pemain yang dicoret jika Anda menanyakan mengenai Tevez. Kami memiliki Messi di posisi itu,” ujarnya.

Pelatih tim nasional Argentina itu menegaskan, keputusannya mengenai Tevez sepenuhnya karena alasan sepak bola. ”Tidak ada alasan pribadi,” ujarnya.

Batista menyampaikan, Argentina tidak akan bermain seperti Barcelona. Meski demikian, dia ingin Messi didampingi dengan cara terbaik.

”Kami akan memainkan penguasaan pertandingan secara terkontrol dengan kesabaran,” ujarnya. Lebih lanjut Batista mengatakan, dia memilih para pemain yang cocok dengan skema taktik yang dikembangkannya.

Copa America digelar di Argentina, 1-24 Juli. Untuk pemanasan sebelum turnamen itu, Argentina mengadakan pertandingan uji coba melawan Albania pada 20 Juni di Stadion River Plate.

Sebelum itu, timnas Argentina juga tur ke dua negara untuk uji coba. Mereka melawan Nigeria di Abuja pada 1 Juni dan melawan Polandia di Warsawa pada 5 Juni.

Penyerang nan langka

Walau tidak mendapat tempat di timnas Argentina yang akan terjun pada turnamen Copa America, nama Carlos Alberto Tevez tidak akan tenggelam. Pemain kelahiran Ciudadela, Buenos Aires, Argentina, 5 Februari 1984 itu, dinilai rekan satu klubnya di Manchester City, Nigel de Jong, sulit digantikan siapa pun.

”Cara dia bermain menegaskan kualitas dalam dirinya sebagai seorang penyerang. Di mana pun, di Eropa atau di belahan dunia lain, semua bisa melihat seorang penyerang dengan produktivitas mencetak gol yang tinggi, ditambah kinerjanya yang keras seperti Carlos,” kata pemain tengah asal Belanda itu.

De Jong menambahkan, Tevez yang berpostur kecil tetapi padat selalu memenangi pertarungannya dengan para pemain bertahan lawan.

”Di mana Anda bisa menemukan seorang penyerang seperti dia? Hanya beberapa. Mungkin hanya ada dua, tetapi dia yang sedang hebat pada saat ini. Jadi, sangat penting bagi klub agar dia bertahan di sini,” ujarnya.

Manajer sekaligus pelatih Manchester City, Roberto Mancini, juga berusaha keras membujuk Tevez agar tetap bertahan di klub tersebut, terutama setelah pada Desember lalu pemain asal Argentina tersebut memohon untuk meninggalkan City.

Tevez yang memiliki tinggi 1,73 meter mengawali karier sepak bola sejak masih kanak-kanak, yaitu pada usia delapan tahun. Dia bergabung dengan Boca Juniors tahun 1997 yang berlanjut hingga 2001. Sejak itu, dia ikut memperkuat tim senior Boca Juniors hingga tahun 2004. Prestasinya, menyumbang 26 gol dari 75 kali penampilan.

Setelah itu, Tevez bergabung dengan Corinthians hingga 2006 dengan mencetak 31 gol dari 47 kali penampilan.

Klub Inggris yang pada akhir musim ini tergusur dari Liga Primer, West Ham United, adalah klub yang mendatangkan Tevez ke Inggris pada 2006. Akan tetapi, dia hanya bertahan satu musim dengan menyumbangkan tujuh gol dari 26 kali kiprahnya di lapangan.

Manchester United menjadi tempat berlabuh Tevez berikutnya. Sayangnya, di tim yang bertabur banyak bintang ini, manajer Alex Ferguson lebih sering menepatkan Tevez sebagai pemain pelapis bagi Rooney atau Cristiano Ronaldo. Selama dua tahun kehadirannya di Old Trafford (2007-2009), Tevez mencetak 19 gol dari 63 kali penampilannya.

Justru di Manchester City-lah Tevez yang absen beberapa waktu karena cedera dapat tampil lebih maksimal dengan mengoleksi 43 gol dari 65 tampil membela klubnya.

Tidak mudah bagi pemain Argentina mana pun untuk meraih tempat di timnas. Pasalnya, banyak sekali pemain berbakat dari negara itu, terutama di posisi sebagai penyerang.

Posisi seorang manajer sekaligus pelatih timnas seperti Batista menjadi sangat menentukan dalam memilih seorang pemain berbakat dan layak membela timnas. Sebagai peramu pola permainan tim, Batista tidak salah jika merasa Tevez kurang cocok di tim yang tengah dibangunnya. Waktu jua yang akan menunjukkan, pilihan dia salah atau tepat. (AP/Reuters/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau