UNGARAN, KOMPAS.com — Bupati Semarang, Jawa Tengah, Mundjirin menolak pihaknya kecolongan atas keberadaan jaringan Negara Islam Indonesia di wilayahnya. Sebaliknya, ia memuji upaya pihak kepolisian yang segera menangkap anggota jaringan NII yang baru seumur jagung menancapkan benderanya di Bumi Serasi.
"Kami bukan kecolongan. Ini, kan, baru tiga hari di Ungaran," ungkapnya, Selasa (24/5/2011).
Sepak terjang NII, menurut Mundjirin, sangat mengkhawatirkan. Mereka mampu merekrut anggota dari berbagai kalangan, mulai dari orang awam hingga masyarakat di lingkungan yang pemahaman agamanya dianggap kuat.
"Baru-baru ini terungkap, seorang putra kiai di wilayah Kecamatan Bancak sudah dicuci otaknya untuk memperjuangkan NII," katanya, tanpa merinci nama dan tempatnya.
Menyusul penggerebekan markas NII di Ungaran, lanjut Mundjirin, Pemerintah Kabupaten Semarang akan segera bersikap setelah menunggu perkembangan dari kepolisian.
Sementara itu, lokasi penggerebekan di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Genuk, Ungaran Barat, hingga Selasa sore masih dijaga ketat oleh anggota kepolisian gabungan dari Mabes, Polda Jateng, dan Polres Semarang.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang