Foreign Scientists in Sidoarjo to Study Lapindo Mudflow

Kompas.com - 26/05/2011, 05:34 WIB

SIDOARJO, KOMPAS.com - Scientists from a few foreign countries including Germany and Britain have arrived in Sidoarjo to observe and study the center of the 5-year-old Lapindo mudflow in the Porong area.

"We have come here to observe from close quarters the conditions of the Lapindo mudflow," Jeffrey Richard, executive director of Humanitus, said on Wednesday.

The center of the mudflow is located near the Banjar Panji I well drilled by Lapindo Brantas oil and gas company in Porong. The scientists would study the hot mud that has been surging from a hole in the ground for the past five years without any sign of abating.

"We have assembled scientists from several countries who will try to determine what had created the continuing mudflow considered to be the biggest of its kind in the world," Jeffrey said.

He said it had been estimated the phenomenon could last for up to 25 to 30 more years. All the members of the sceintists team would each do their individual observations on the mudflow’s center and later meet to discuss their findings.

There had so far been a difference of views among gelogists about what caused the mudflow. Some of them had said the mudflow came into being by a drillng mistake but others attributed it to a natural development. British geologist Richard Davies was "99 percent" convinced the mudflow had been caused by a drilling mistake.

"We will also conduct a further study on what impacts the mnudflow will have in the future," Davies said.

Meanwhile, Russian geologist Sergey Kadurin said the mudflow was a result of a natural occurrence as had been the case in similar phenomena in other countries.

"It could have been related to the existence of an underground volcano in the past that had been forgotten by the local populace," he said.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau