Kerja sama pertahanan

Latihan Gabungan Angkatan Laut

Kompas.com - 27/05/2011, 03:14 WIB

Jakarta, Kompas - TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Amerika Serikat (United States Navy) menggelar latihan bersama Cooperation Afloat Readiness and Training Ke-17. Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana Soeparno bersama Wakil Duta Besar Amerika Serikat Theodore Osius membuka latihan bersama di Markas Armada RI Kawasan Barat di Jakarta, Rabu (25/5).

”Latihan ini meningkatkan kemampuan koordinasi TNI AL dan AL AS dalam koordinasi, kerja sama teknis, dan membangun profesionalisme,” kata Soeparno.

Ketika ditanya apakah latihan TNI AL dan AL AS akan ditingkatkan dalam bentuk patroli bersama di kawasan tertentu seperti Selat Malaka dan Laut China Selatan, KSAL menyatakan belum ada rencana tersebut. Demikian pula rencana komite keamanan bersama belum dibahas dengan mitra Amerika Serikat.

Sebelumnya dalam Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN di Hanoi, Vietnam, tahun 2010, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton mengungkapkan niatnya untuk meningkatkan keterlibatan di kawasan Asia Tenggara, terutama di Laut China Selatan.

Wakil Dubes Theodore Osius menjelaskan hal senada dan menyatakan belum ada rencana patroli gabungan dengan TNI AL.

Pekan lalu dalam kunjungan Menteri Pertahanan China Liang Guang Lie disepakati patroli terkoordinasi TNI AL dan AL China.

Soeparno mengingatkan bahwa di Selat Malaka sudah ada patroli bersama Singapura, Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Latihan Cooperation Afloat Readiness and Training (CARAT) Ke-17 menurut Osius merupakan kegiatan rutin yang sudah diadakan dengan enam negara anggota ASEAN, yakni Singapura, Malaysia, Thailand, Brunei, Kamboja dan Indonesia.

”Kami juga melakukan bakti sosial antara Korps Zeni AL AS (Sea Bees), tim medis AL AS dan TNI AL berupa pengobatan dan pembangunan fisik,” ujar Osius.

Menurut Osius, dilibatkan tiga kapal perang AS, yakni USS Reuben James, USS Howard, dan USS Tortuga. Terdapat kontingen Marinir AS (USMC) yang berlatih pertempuran rimba dengan Marinir TNI AL di Tasikmalaya, Jawa Barat.

TNI AL mengerahkan 3 kapal perang, 3 helikopter, Komando Pasukan Katak, Marinir dan lain-lain. Total dilibatkan 1.500 personel militer Indonesia dan Amerika Serikat.

Kapal perang

Dalam sebulan terakhir, Indonesia dikunjungi sejumlah kapal perang dari Amerika Serikat, Perancis, dan Rusia serta pada Juni akan diadakan latihan militer Indonesia dan Republik Rakyat China di Jawa Barat. (ONG)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau