Messi Rileks, Tak Mau Ambil Pusing Soal MU

Kompas.com - 27/05/2011, 03:30 WIB

LONDON, KAMIS - Penyerang Barcelona, Lionel Messi, mengaku tidak banyak mengikuti sepak bola Inggris, termasuk Manchester United, yang mereka hadapi di final Liga Champions di Wembley, Sabtu (28/5). Ia lebih berkonsentrasi pada timnya sendiri dan siap menorehkan sejarah bagi Barcelona.

”Jujur, saya tidak banyak menonton sepak bola (Inggris) sama sekali, tetapi saya tahu mereka (Manchester United/MU) tim yang sangat kuat dan pantas jadi juara liga yang sangat sulit. Hal ini telah berbicara dengan sendirinya,” kata Messi, seperti dikutip BBC Sport, Kamis (26/5).

”Saya tak tahu pasti di mana kelemahan mereka (MU). Mereka tim yang sangat tangguh, kuat secara fisik, dan sangat efisien di semua lini. Saya termasuk pemain yang tidak terlalu banyak memerhatikan tim lawan dan lebih berkonsentrasi pada apa yang harus kami lakukan.”

Messi mengemas total 52 gol musim ini dan mengantarkan Barcelona juara Liga Spanyol untuk ketiga kalinya secara beruntun. Barcelona disebut-sebut salah satu tim terbaik dalam sejarah sepak bola. Klub raksasa Spanyol itu memukul MU 2-0 di final Liga Champions 2009.

Ketika ditanya soal mana tim yang lebih kuat antara Barcelona tahun 2009 dan 2011, Messi menjawab, ”Selalu sulit untuk membandingkannya, tetapi yang benar adalah kedua tim (Barcelona tahun 2009 dan 2011) menampilkan sepak bola hebat. Kedua tim selalu berusaha memperlihatkan sepak bola atraktif yang disukai banyak orang.”

Messi juga menyatakan ingin bermain untuk Barcelona selama mungkin. ”Rencana saya ingin bertahan di Barcelona. Benar, dalam sepak bola Anda tak pernah tahu apa yang akan terjadi. Akan tetapi, saya ingin bermain untuk Barcelona selamanya,” katanya.

Park siap cetak gol

Messi salah satu pemain paling diwaspadai MU. Menurut gelandang MU, Park Ji-sung, tidak cukup satu pemain untuk menjaga pemain terbaik dunia asal Argentina itu. Ia menjadi salah satu pemain yang diharapkan mampu menetralisasi kelincahan Messi dan duet lini tengah Barcelona, Xavi dan Andres Iniesta.

”Tugas saya bukan hanya berlari-lari dan menyuntikkan energi kepada tim,” kata Park jelang keberangkatan timnya ke London, Kamis. ”Posisi saya, saya harus juga menyerang, bukan hanya banyak berlari. Ketika mendapat peluang, saya harus menyelesaikannya.”

Menurut Messi, ancaman untuk mencetak gol juga bakal datang dari striker Wayne Rooney. ”Dia (Rooney) pemain hebat, sangat terampil, dan sangat cepat. Dia mencetak banyak gol hebat dan pemain yang sangat tajam yang mampu mendatangkan bahaya kapan saja,” kata Messi.

Rooney diperkirakan juga bakal dipasang pada posisi agak ke dalam, seperti diperlihatkannya belakangan ini. Di samping ia lebih efektif pada posisi ini, hal itu juga untuk mengimbangi lini tengah Barcelona.

Sementara itu, demam final Liga Champions tidak hanya terasa di London, tempat final digelar. Demam juga terasa hingga Meksiko, negara asal striker Javier ”Chicharito” Hernandez. Tayangan laga final Liga Champions bakal memecahkan rekor pemirsa televisi di Meksiko.

Stasiun televisi Meksiko, Televisa, bahkan menunda tayangan partai persahabatan timnas Meksiko melawan Ekuador di Seattle, Washington, yang bersamaan waktu dengan partai final Barcelona versus MU. Di Stadion Azteca yang berkapasitas sekitar 100.000 penonton juga bakal digelar nonton bareng.

Final Liga Champions dipimpin wasit Viktor Kassai (Hongaria). (AP/BBC/REUTERS/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau