Adang Explained Nunun's Whereabouts to KPK

Kompas.com - 30/05/2011, 15:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Prosperous Justice Party (PKS) politician Adang Daradjatun said he had officially explained the whereabouts of his wife, Nunun Nurbaeti, to the Corruption Eradication Commission (KPK) and the Indonesian embassy in Singapore.

"I have given official explanations and sent a letter to the embassy. You can ask the Indonesian embassy in Singapore. She is there (in Singapore)," Adang said on the sidelines of a consultation meeting between the House of Representatives (DPR) Commission III on legal affairs and the Constitutional Court (MK) here on Monday.

Asked about the possibility that Nunun would be forcefully picked up, Adang said, the law enforcing agencies were free to do so. "Who is going to pick her up and bring her back, just do it. Her family would not mind. It is a legal process," he said.

Adang who is also a former deputy to the national police chief said this wife was not in good health. But, he said, she was being accompanied by a relative.

"She is sick. So there had to be a relative who was willing to accompany her," he said. He said that although he was leaving the case to the legal process, yet he questioned the plan of the court to summon her.

"When four convicts (Endin Aj Soehihara, Dudy Makmun Murod, Hamka Yamdu and Udju Djauhari) where grilled in court, Nunun was not summoned because there was no evidence of her involvement. That means she can no longer be prosecuted," he said.

Nunun Nurbaeti is a commissioner of PT Wahana Esa Sejati who was alleged to have given bribes in the form of traveler’s cheques to a number of legislators in the 1999-2004 period.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau