Rsbi

Foke Minta RSBI Dievaluasi Total

Kompas.com - 30/05/2011, 18:08 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait banyaknya keluhan terhadap Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) di Jakarta, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo meminta agar diadakan evaluasi secara menyeluruh. Masalah biaya sekolah yang tinggi menjadi keluhan utama yang disampaikan oleh orang tua murid.

"Saya minta diadakan evaluasi secara menyeluruh. Nah, kami akan memberikan subsidi kepada semua sekolah dalam bentuk BOP, kemudian terbukalah peluang untuk mengutip, saya minta di-assest dulu," kata Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, di Balai Kota, Jakarta, Senin (30/5/2011).

Lantaran SMA di Jakarta tidak masuk dalam 10 besar tingkat nasional dalam hasil Ujian Nasional (UN) tahun ini, evaluasi ini akan dilakukan. Tingkat kelulusan DKI Jakarta sendiri mencapai 99,52 persen yang berarti melebihi tingkat kelulusan nasional, yakni 99,22 persen.

"Ini yang kami minta perlu klarifikasi, tim ini akan bekerja sebulan paling lama untuk memberikan masukan," ujar Foke.

Menurutnya, tiap tahun harus ada lembaga yang melakukan assestment seperti lembaga akreditasi nasional atau lembaga seperti ISO. Keharusan memperbaiki dan mempertahankan standar akan membuat orang bekerja keras.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudhi Mulyanto mengatakan tidak masuknya DKI Jakarta dalam 10 besar tingkat nasional menunjukkan peningkatan upaya mutu dan kualitas pendidikan yang terus berlomba-lomba. Evaluasi RSBI di DKI Jakarta, khususnys untuk jenjang SMA/SMK, direncanakan selesai akhir Mei ini. Sementara untuk tingkat SMP dan SD, evaluasi ditargetkan selesai jika hasil UN sudah diumumkan.

Ia juga menambahkan, perlu ada kreasi dan inovasi dalam peningkatan mutu belajar di sekolah. Selain itu, kompetensi dan mutu guru juga perlu ditingkatkan.

Meski demikian, pemerintah pusat meminta agar RSBI tidak lagi ditambah. Untuk standarisasi RSBI, Kementerian Pendidikan yang akan melakukannya," ujarnya.

Adapun sebanyak 30 persen guru RSBI harus berijazah S-2. Selain itu, pembelajaran untuk mata pelajaran tertentu harus menggunakan dua bahasa. Saat ini, dari 117 SMA di DKI Jakarta, ada 10 sekolah RSBI. Di tingkat SMP, dari 287 sekolah sebanyak 11 di antaranya RSBI, sedangkan dari 2.208 SD, hanya 7 sekolah berstatus RSBI.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau