Akan tetapi, warga Yunani, Senin (30/5), mengatakan sudah tidak sabar lagi dengan keputusan IMF dan UE tersebut.
Tahun lalu, UE dan IMF berjanji akan memberikan dana talangan sebesar 110 miliar euro yang akan dikucurkan dalam beberapa tahap. Tahap kelima akan dikucurkan pada Juni mendatang jika Yunani melakukan langkah-langkah penghematan dan pengetatan anggaran.
Sayangnya dalam satu tahun ini Yunani terlihat sulit sekali memenuhi target defisit anggarannya. Risiko terjadi gagal bayar utang Yunani yang sebesar 327 miliar euro, atau setara dengan 150 persen nilai output ekonominya, semakin tampak di depan mata.
Pemerintah Yunani diharapkan IMF dan UE segera merinci rencana mereka tentang pengetatan anggaran senilai 28 miliar euro untuk lima tahun ke depan, juga komitmen penjualan aset dengan target 50 miliar euro.
Rincian langkah pemerintah untuk melakukan penghematan dan penjualan aset tersebut akan diumumkan setelah konsultasi dengan IMF dan UE selesai.
Dalam pernyataannya, Minggu lalu, Menteri Keuangan Yunani George Papaconstantinou mengatakan, hasil evaluasi dari IMF dan UE cukup memuaskan dan akan diumumkan dalam beberapa hari ini.
Anggota dewan gubernur Bank Sentral Eropa, Lorenzo Bini Smaghi dari Italia, mengutarakan kekhawatirannya soal utang Yunani. Menurut dia, bagaikan mimpi jika merestrukturisasi utang Yunani dengan cara yang lazim.
”Jika kita lihat pasar finansial, setiap kali ada yang mengatakan restrukturisasi atau restrukturisasi soft, mereka langsung bereaksi negatif. Hal ini membuktikan jangan sampai terjadi restrukturisasi dalam keadaan yang seperti ini,” ujarnya.
Dia menambahkan, jika Yunani sampai gagal bayar, sistem perbankan akan ambruk. ”Diperlukan suntikan modal yang amat sangat besar untuk rekapitalisasi, tetapi dari mana uang itu berasal?” katanya lagi.
Smaghi melanjutkan, Yunani dapat mengurangi beban utang dengan menjual aset dan mengubah sistem perpajakannya.
Sayangnya, Perdana Menteri George Papandreou gagal mendapat dukungan dari kubu oposisi mengenai langkah pengetatan, reformasi ekonomi, serta penjualan aset negara seperti yang diinginkan IMF dan UE.
Ribuan orang menggelar protes di alun-alun Athena, Minggu. Mereka mengungkapkan kekesalannya kepada IMF.
Massa dimobilisasi oleh seruan melalui jejaring sosial Facebook, bukan oleh partai oposisi. Mereka meneriakkan ”Pencuri, pencuri” sambil menunjuk ke gedung parlemen.
”Enyahlah IMF. Masih ada solusi tanpa IMF,” ujar Ifigenia Argyrou, seorang konsultan asuransi berusia 57 tahun.
IMF dikenal memberikan resep yang serupa untuk masalah keuangan negara, seperti penjualan aset, restrukturisasi perbankan, dan pengetatan anggaran lainnya. IMF juga turut membantu Indonesia ketika krisis finansial Asia terjadi pada tahun 1997.