Yunani Nantikan Sikap IMF

Kompas.com - 31/05/2011, 04:30 WIB

ATHENA, Senin - Uni Eropa dan para pejabat Dana Moneter Internasional diharapkan segera bersikap terhadap Yunani sehingga kucuran dana talangan tahap kelima dapat diberikan. Rumor menyebutkan, UE dan IMF kurang puas terhadap upaya Yunani memperbaiki keuangannya.

Akan tetapi, warga Yunani, Senin (30/5), mengatakan sudah tidak sabar lagi dengan keputusan IMF dan UE tersebut.

Tahun lalu, UE dan IMF berjanji akan memberikan dana talangan sebesar 110 miliar euro yang akan dikucurkan dalam beberapa tahap. Tahap kelima akan dikucurkan pada Juni mendatang jika Yunani melakukan langkah-langkah penghematan dan pengetatan anggaran.

Sayangnya dalam satu tahun ini Yunani terlihat sulit sekali memenuhi target defisit anggarannya. Risiko terjadi gagal bayar utang Yunani yang sebesar 327 miliar euro, atau setara dengan 150 persen nilai output ekonominya, semakin tampak di depan mata.

Pemerintah Yunani diharapkan IMF dan UE segera merinci rencana mereka tentang pengetatan anggaran senilai 28 miliar euro untuk lima tahun ke depan, juga komitmen penjualan aset dengan target 50 miliar euro.

Rincian langkah pemerintah untuk melakukan penghematan dan penjualan aset tersebut akan diumumkan setelah konsultasi dengan IMF dan UE selesai.

Dalam pernyataannya, Minggu lalu, Menteri Keuangan Yunani George Papaconstantinou mengatakan, hasil evaluasi dari IMF dan UE cukup memuaskan dan akan diumumkan dalam beberapa hari ini.

Anggota dewan gubernur Bank Sentral Eropa, Lorenzo Bini Smaghi dari Italia, mengutarakan kekhawatirannya soal utang Yunani. Menurut dia, bagaikan mimpi jika merestrukturisasi utang Yunani dengan cara yang lazim.

”Jika kita lihat pasar finansial, setiap kali ada yang mengatakan restrukturisasi atau restrukturisasi soft, mereka langsung bereaksi negatif. Hal ini membuktikan jangan sampai terjadi restrukturisasi dalam keadaan yang seperti ini,” ujarnya.

Dia menambahkan, jika Yunani sampai gagal bayar, sistem perbankan akan ambruk. ”Diperlukan suntikan modal yang amat sangat besar untuk rekapitalisasi, tetapi dari mana uang itu berasal?” katanya lagi.

Smaghi melanjutkan, Yunani dapat mengurangi beban utang dengan menjual aset dan mengubah sistem perpajakannya.

Sayangnya, Perdana Menteri George Papandreou gagal mendapat dukungan dari kubu oposisi mengenai langkah pengetatan, reformasi ekonomi, serta penjualan aset negara seperti yang diinginkan IMF dan UE.

IMF harus keluar

Ribuan orang menggelar protes di alun-alun Athena, Minggu. Mereka mengungkapkan kekesalannya kepada IMF.

Massa dimobilisasi oleh seruan melalui jejaring sosial Facebook, bukan oleh partai oposisi. Mereka meneriakkan ”Pencuri, pencuri” sambil menunjuk ke gedung parlemen.

”Enyahlah IMF. Masih ada solusi tanpa IMF,” ujar Ifigenia Argyrou, seorang konsultan asuransi berusia 57 tahun.

IMF dikenal memberikan resep yang serupa untuk masalah keuangan negara, seperti penjualan aset, restrukturisasi perbankan, dan pengetatan anggaran lainnya. IMF juga turut membantu Indonesia ketika krisis finansial Asia terjadi pada tahun 1997. (AP/AFP/Reuters/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau