Skandal raja

Raja Swedia Bantah Kunjungi Klub Seks

Kompas.com - 31/05/2011, 09:46 WIB

STOCKHOLM, KOMPAS.com — Raja Swedia Carl XVI Gustaf, Senin (30/5/2011), memberikan sebuah wawancara yang langka dalam upaya untuk meredam skandal. Carl XVI dengan tegas menolak laporan media bahwa ia telah mengunjungi klub-klub penari bugil dan berkontak langsung dengan kejahatan terorganisasi.

Dalam sebuah wawancara panjang dengan kantor berita TT yang diterbitkan Senin malam, kepala negara Swedia itu membantah klaim, sebagaimana dilaporkan baru-baru ini, dari seorang mantan anggota mafia, Mille Markovic, bahwa Markovic punya foto-foto yang menunjukkan sang raja tengah berada di sebuah klub seks bersama dua perempuan telanjang. "Tidak, tidak mungkin foto-foto itu ada," kata Carl XVI.

Ia menambahkan, "Sulit untuk mengomentari sesuatu yang belum dilihat dan (bahkan) tidak ada seorang lain pun yang telah melihatnya." Jaringan televisi TV4 dua minggu lalu melaporkan bahwa seorang wartawannya telah melihat foto-foto itu. Pihak kerajaan telah menuntut jaringan televisi itu untuk menunjukkan foto-foto tersebut demi membuktikan klaimnya.

Laporan TV4 dan sebuah buku baru tentang seorang tokoh dari dunia mafia Swedia menyebutkan bahwa teman-teman raja bersedia untuk membayar uang dalam jumlah besar demi memblokir publikasi foto-foto Carl XVI. Salah seorang teman masa kecil Carl XVI, Ander Lettstroem, minggu lalu mengakui dalam sebuah pernyataan bahwa dirinya telah menghubungi orang yang terlibat dengan kejahatan terorganisasi. Namun, ia berkeras bahwa itu murni inisiatifnya sendiri dan tidak ada hubungannya dengan Carl XVI Gustaf.

Dalam wawancara hari Senin itu, Carl XVI Gustaf mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa ia tidak tahu tentang tindakan Lettstroem dan tidak terkait dengan pengakuannya. "Bahwa dia telah melakukan kontak dengan orang-orang seperti itu... (itu merupakan) sesuatu yang tidak tepat. Itu merupakan satu hal yang orang berharap dia tidak melakukannya, saya harus katakan (itu), "katanya.

Skandal terbaru itu muncul enam bulan setelah biografi lengkap Carl XVI membuat heboh toko-toko buku. Biografi itu menimpulkan kegemparan terkait dengan deskripsi atas partisipasi Carl XVI Gustaf dalam pesta-pesta liar dan urusan dengan para perempuan muda.

Skandal itu muncul tak lama setelah pihak istana mengumumkan bahwa istri sang raja, Ratu Silvia, yang kelahiran Jerman, menggelar pemeriksaan terkait masa lalu ayahnya yang terkait dengan Nazi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau