STOCKHOLM, KOMPAS.com — Raja Swedia Carl XVI Gustaf, Senin (30/5/2011), memberikan sebuah wawancara yang langka dalam upaya untuk meredam skandal. Carl XVI dengan tegas menolak laporan media bahwa ia telah mengunjungi klub-klub penari bugil dan berkontak langsung dengan kejahatan terorganisasi.
Dalam sebuah wawancara panjang dengan kantor berita TT yang diterbitkan Senin malam, kepala negara Swedia itu membantah klaim, sebagaimana dilaporkan baru-baru ini, dari seorang mantan anggota mafia, Mille Markovic, bahwa Markovic punya foto-foto yang menunjukkan sang raja tengah berada di sebuah klub seks bersama dua perempuan telanjang. "Tidak, tidak mungkin foto-foto itu ada," kata Carl XVI.
Ia menambahkan, "Sulit untuk mengomentari sesuatu yang belum dilihat dan (bahkan) tidak ada seorang lain pun yang telah melihatnya." Jaringan televisi TV4 dua minggu lalu melaporkan bahwa seorang wartawannya telah melihat foto-foto itu. Pihak kerajaan telah menuntut jaringan televisi itu untuk menunjukkan foto-foto tersebut demi membuktikan klaimnya.
Laporan TV4 dan sebuah buku baru tentang seorang tokoh dari dunia mafia Swedia menyebutkan bahwa teman-teman raja bersedia untuk membayar uang dalam jumlah besar demi memblokir publikasi foto-foto Carl XVI. Salah seorang teman masa kecil Carl XVI, Ander Lettstroem, minggu lalu mengakui dalam sebuah pernyataan bahwa dirinya telah menghubungi orang yang terlibat dengan kejahatan terorganisasi. Namun, ia berkeras bahwa itu murni inisiatifnya sendiri dan tidak ada hubungannya dengan Carl XVI Gustaf.
Dalam wawancara hari Senin itu, Carl XVI Gustaf mengulangi pernyataan sebelumnya bahwa ia tidak tahu tentang tindakan Lettstroem dan tidak terkait dengan pengakuannya. "Bahwa dia telah melakukan kontak dengan orang-orang seperti itu... (itu merupakan) sesuatu yang tidak tepat. Itu merupakan satu hal yang orang berharap dia tidak melakukannya, saya harus katakan (itu), "katanya.
Skandal terbaru itu muncul enam bulan setelah biografi lengkap Carl XVI membuat heboh toko-toko buku. Biografi itu menimpulkan kegemparan terkait dengan deskripsi atas partisipasi Carl XVI Gustaf dalam pesta-pesta liar dan urusan dengan para perempuan muda.
Skandal itu muncul tak lama setelah pihak istana mengumumkan bahwa istri sang raja, Ratu Silvia, yang kelahiran Jerman, menggelar pemeriksaan terkait masa lalu ayahnya yang terkait dengan Nazi.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang