Yaman

Perang Saudara dalam Kabilah Hasid

Kompas.com - 01/06/2011, 07:43 WIB

KAIRO, KOMPAS.com - Impian revolusi Yaman berlangsung damai seperti Tunisia dan Mesir, kini tinggal harapan. Yaman malah mengikuti jejak Libya dengan beralih ke perang saudara.

Namun, lingkup perang saudara di Yaman masih sebatas dalam internal kabilah Hasid, suku terbesar dan berpengaruh di Yaman. Suku Hasid adalah penduduk mayoritas ibu kota Sana’a dan wilayah Yaman utara hingga perbatasan Arab Saudi.

Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh, yang berasal dari suku Hasid, kini berseteru dengan Pemimpin suku Hasid Sheikh Sadeq al-Ahmar. Berbagai stasiun televisi memberitakan, pasukan loyalis Saleh dan Al Ahmar, Selasa (31/5), kembali terlibat bentrok di Sana’a.

Bentrok senjata baru itu mengakhiri kesepakatan gencatan senjata yang dicapai kedua pihak, Sabtu lalu. Distrik Hasabah dan sekitarnya di ibu kota Sana’a menjadi ajang pertempuran sengit kedua pihak dengan berbagai jenis senjata berat dan menengah. Rangkaian ledakan dahsyat terdengar di ibu kota Sana’a sejak Senin malam.

Kantor Sheikh Sadiq al-Ahmar menuduh pasukan loyalis Abdullah Saleh melanggar gencatan senjata dengan menyerang rumah Al Ahmar. Pasukan loyalis Al Ahmar mengklaim, pasukan Saleh telah menyerahkan diri serta telah berhasil menyita senjata dan peluru dari mereka.

Konflik senjata antara pasukan loyalis Saleh dan Sheikh Sadeq al-Ahmar meletus menyusul gagalnya upaya mediasi dari Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) untuk mengakhiri krisis di Yaman pada 22 Mei.

Sejak itu korban tewas dan luka-luka di berbagai wilayah di Yaman meningkat tajam. Korban tewas di Sana’a sejak 23 Mei telah mencapai 100 orang. Sementara itu, korban tewas akibat serangan militer Yaman terhadap pengunjuk rasa di alun-alun kebebasan di kota Taiz mencapai 57 orang.

Penanggung jawab Lembaga Mirsad untuk Hak Asasi Manusia di Yaman, Abdurraham Barman, dalam situs Al Jazeera mengungkapkan tengah menyiapkan tuduhan melakukan kejahatan kemanusiaan terhadap Presiden Abdullah Saleh dan rezimnya. (MTH)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau