Teras Hijau di Apartemen, Kenapa Tidak?

Kompas.com - 01/06/2011, 13:55 WIB

    KOMPAS.com - Tinggal di apartemen seringkali membatasi ruang bersosialisasi antar para penghuni apartemen. Kesibukan dan kebutuhan pribadi menjadi beberapa alasannya. Bagaimana dengan mengakrabkan diri dengan tetangga di teras apartemen Anda?

Menghadirkan teras hijau yang dipenuhi tanaman pada bangunan vertikal bukan hal yang tidak mungkin. Seperti konsep apartemen 1 Park Residence, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Teras hijau dihadirkan di setiap unit apartemen menjadi ciri khasnya.

"Kami ingin mengemas apartemen dengan konsep rumah tinggal. Dimana teras rumah sebagai salah satu area penting sebelum memasuki rumah menjadi ciri khasnya," kata Pimpinan Proyek Apartemen 1 Park Residence yang dikembangkan oleh PT. Intiland Development Tbk, Budiman Kurniawan, beberapa waktu lalu.

Budiman mengatakan bila apartemen lain memiliki balkon saja, 1 Park Residence akan membuat teras-teras di depan unit apartemen dalam susunan vertikal. Layaknya teras rumah tinggal, para penghuni apartemen dapat menata terasnya dengan beragam interior. Namun, untuk jenis tanaman dan perawatannya akan menjadi tanggung jawab operasional apartemen.

Teras hijau di setiap unit apartemen ini memiliki lebar seluas 2,5 meter x 2,5 meter. Untuk keamanan akan diberi railing, dan teras ini akan dibuat benar-benar terbuka (open air), jadi tanaman yang tumbuh di teras tetap sehat karena cukup udara dan sinar matahari.

Teras hijau dengan penambahan kursi meja dapat menjadi tempat mengakrabkan diri dengan tetangga apartemen, atau setidaknya bagi Anda sendiri bisa menikmati area hijau di apartemen. (Natalia Ririh)

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau