Tim Futsal Putra ke China

Kompas.com - 05/06/2011, 03:52 WIB

jakarta, kompas - Tim futsal putra yang tergabung dalam pelatnas SEA Games XXVI/2011 berencana beruji coba di Guangzhou, China, Juni ini. Jadwal pasti akan segera ditetapkan. Uji coba di China tersebut merupakan yang pertama bagi tim futsal putra setelah empat bulan menjalani pelatnas.

Pelatih kepala tim futsal putra, Robby Hartono, baru-baru ini di Jakarta mengutarakan, tanggal keberangkatan ke China belum dapat ditentukan. ”Yang pasti, Juni ini tim futsal putra ke China,” ujarnya.

Menurut Robby, para pemain akan menjalani 10 kali pertandingan uji coba. Jumlah pemain tim futsal putra yang mengikuti pelatnas saat ini sebanyak 17 orang, terdiri dari 14 pemain lapangan dan tiga kiper.

”Jumlah tim inti SEA Games hanya 14 orang. Tim inti akan diseleksi setelah pulang uji coba di China,” katanya.

Robby mengatakan, tim futsal putra sebelumnya berencana beruji coba ke Spanyol pada Juni-Juli, kemudian ke China bulan September. Namun karena keterbatasan biaya, uji coba hanya dilakukan di China.

”Kami melakukan uji coba melawan China karena tipe permainannya mirip seperti lawan Indonesia di SEA Games. Setelah pulang dari China, kami belum tahu akan melakukan uji coba ke negara mana. Mungkin selanjutnya beruji coba melawan tim-tim dalam negeri,” katanya.

Robby mengakui, persiapan tim nasional futsal ikut terkena dampak persoalan yang terjadi di tubuh PSSI. Sebab, induk organisasi cabang futsal, yakni Badan Futsal Nasional (BFN), berada di bawah PSSI.

Robby melanjutkan, peluang tim futsal putra di SEA Games XXVI/2011 untuk mendapatkan medali emas cukup besar karena sebelumnya mereka berhasil menjadi juara dalam kejuaraan futsal AFF 2010 di Vietnam.

”Sekitar 90 persen anggota tim nasional sekarang adalah anggota tim futsal di kejuaraan AFF 2010. Komposisinya tidak banyak berubah,” katanya.

Menurut Robby, lawan berat tim futsal Indonesia di SEA Games XXVI/2011 adalah Thailand dan Vietnam.

Dayung ke final

Sementara itu, dalam Kejuaraan Dayung Asia yang berlangsung di Singapura tanggal 3-5 Juni, pedayung Ihram meraih medali perunggu di kelas LM1X, Sabtu (4/6).

Sementara pedayung lainnya, yaitu Anang (kelas M1X) di urutan ke-5, Indri (kelas W1) urutan ke-4, Waode (kelas W1X) urutan ke-5, Wahyuni (kelas LW1X) urutan ke-6, Mitha (JW1X) urutan ke-5, dan Ali (kelas LM1X) urutan ke-6.

Menurut Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PB PODSI) Edy Suyono, pada hari Minggu ini berlangsung final Kejuaraan Dayung Asia.

Kejuaraan Dayung Asia itu diikuti oleh pedayung pelatnas SEA Games XXVI/2011. Kejuaraan tersebut diikuti peserta dari Kazakhstan, Uzbekistan, Korea Selatan, Hongkong, Filipina, Malaysia, Singapura, Vietnam, Myanmar, dan Indonesia. Sebelumnya, pedayung pelatnas mengikuti Kejuaraan Dayung Asia Tenggara di Singapura, yang berakhir Rabu (1/6).

Atlet dayung Indonesia yang masuk ke final adalah Dicky/Dasri di kelas M2X; Jamaludin/Arief di kelas LM2X; Agus/Ketut, Thomas/Iswandi, Ramdhan Deni/Sumardi di kelas M2-; dan Ratna/Femmy YE/Femy/Sri Rahayu di kelas W4-.

Edy mengungkapkan, peluang Indonesia meraih emas ada pada pedayung putra di kelas 4- dan kelas 2-. ”Dua nomor tersebut merupakan nomor andalan Indonesia,” katanya. (WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau