Kedua kepentingan ini bertemu. China memberikan pinjaman dan menginvestasikan puluhan miliar dollar AS untuk negara-negara di kawasan Amerika Latin. Dengan demikian, pasokan berbagai komoditas seperti minyak, tembaga, dan kedelai terus mengalir ke China.
”China sangat agresif mengamankan pasokan komoditas dari Amerika Latin lewat pengucuran pinjaman dalam jumlah besar dan kesepakatan keuangan lainnya,” ujar Orville Schell, Direktur Hubungan AS-China di Masyarakat Asia, di New York, Senin (6/6).
Kesepakatan dalam beberapa tahun terakhir membuat China menjadi salah satu sumber pendanaan bagi Pemerintah Venezuela dan Argentina. Pada saat yang sama, perusahaan China juga menguasai minyak untuk satu dekade dari Venezuela dan Brasil. China telah menjamin pasokan berkesinambungan bahan pangan seperti gandum dan kedelai dari Argentina.
”Saya tidak tahu apakah ada pemerintahan lain yang melakukan hal seperti ini untuk menutupi kebutuhan komoditas dan sumber daya alam secara sistematis seperti yang telah dilakukan China. Mereka juga menggunakan seluruh instrumen finansial untuk melakukan hal ini. China sangat cepat menyebarkan investasi di Afrika dan Amerika Latin,” ujar Schell lagi.
Ernesto Fernandez Taboada, Direktur Kamar Dagang Produksi, Industri, dan Perdagangan Argentina-China, menyatakan, China hanya hendak meyakinkan sudah memiliki sumber untuk mencukupi kebutuhan perekonomian yang bertumbuh. Diperkirakan kebutuhan China akan melampaui kebutuhan AS pada tahun 2020.
”Bagi China, berinvestasi di Amerika Latin adalah hal strategis dan bersifat jangka panjang. Mereka berpikir tentang masa depan, tidak hanya saat ini. Investasi di bisnis minyak, misalnya, berlaku selama 15 hingga 20 tahun ke depan,” kata Taboada.
Beberapa investasi besar berada di Brasil dan Argentina. Belakangan China juga berinvestasi di Venezuela dengan mengucurkan dana 32 miliar dollar AS. Venezuela akan membayar utang lewat ekspor minyak yang volumenya terus naik dalam beberapa dekade ke depan. Suntikan dana tersebut membuat China menjadi pemodal asing terbesar di Venezuela. Investasi itu juga memungkinkan Presiden Venezuela Hugo Chavez meningkatkan anggaran negara menjelang pemilu tahun depan.
”Viva China,” demikian teriak Chavez saat bertemu dengan para pemimpin bisnis dari Beijing.
Chavez juga berterima kasih kepada China karena telah mendirikan pabrik telepon seluler dan membangun jaringan jalan raya serta perumahan. Dia mengatakan, ”Saya jatuh cinta kepada China.”
Dalam beberapa kasus, pembiayaan disalurkan melalui Bank Pembangunan China yang dimiliki negara. Bank ini juga bekerja sama dengan perusahaan China untuk menjamin pasokan untuk China. Demikian kajian dari Erica Downs, ahli dalam lembaga think tank AS, Brookings Institution, di Washington.
Downs mengatakan, pembiayaan seperti itu membuat perusahaan minyak China memiliki akses ke proyek-proyek lokal. Dalam beberapa kasus, seperti di Venezuela dan Argentina, kucuran dana itu terkait erat dengan ditunjuknya perusahaan China sebagai pelaksana proyek-proyek publik.
Pembiayaan model China juga unik. Downs mengatakan, dalam beberapa tahun terakhir, tidak ada lembaga keuangan mana pun yang mau meminjamkan uang sebanyak itu untuk proyek jangka panjang.
Negara seperti Venezuela dan Ekuador hanya memiliki sedikit pilihan untuk mendapatkan pinjaman dana dalam jumlah sebesar itu. Ini, antara lain, karena sikap pemimpin mereka yang cukup keras terhadap pemberi kredit internasional, seperti Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional.
”Saat ini Bank Pembangunan China telah menjadi ’lender of the last resort’ yang sangat disenangi oleh pemerintah. Faktanya Venezuela merupakan pihak yang mendapatkan kucuran kredit paling banyak dari Bank Pembangunan China,” kata Downs lagi.
Di Ekuador, perusahaan minyak besar dari China, PetroChina, sepakat meminjamkan dana satu miliar dollar AS kepada perusahaan minyak Ekuador, PetroEcuador. Sebagai gantinya, PetroEcuador akan mengirimkan minyak ke China.
Selain itu, Bank Pembangunan China juga berkenan meminjamkan dana satu miliar dollar AS tahun lalu kepada Pemerintah Ekuador yang akan dibayar dengan minyak.