Sea games xxvi/2011

Uji Coba "Venue" Tak Perlu Peserta Asing

Kompas.com - 09/06/2011, 03:54 WIB

Jakarta, Kompas - Panitia Pelaksana SEA Games XXVI/2011 (Inasoc) Pusat meminta agar uji coba arena (test event) untuk menguji kelayakan dan kesiapan panitia tidak perlu mengundang peserta asing. Hal itu disebabkan terbatasnya dana penyelenggaraan uji coba arena, yaitu Rp 150 juta per cabang.

Deputi I Inasoc Pusat Bidang Sport dan Venue Djoko Pramono, Rabu (8/6), mengutarakan, cukup banyak cabang olahraga yang mengajukan proposal uji coba dengan dana lebih dari plafon Rp 150 juta. ”Saya bilang nggak usah besar-besaran, yang penting target tercapai. Delegasi teknis datang lalu melihat sistem pertandingan berjalan dan venue layak digunakan,” kata Djoko.

Menurut Djoko, panitia uji coba arena tidak perlu mengundang peserta asing karena membutuhkan dana besar. Peserta uji coba arena cukup berasal dari dalam negeri. Djoko menambahkan, jika cabang tetap ingin mengadakan uji coba dengan peserta asing, mereka harus menalangi dananya.

”Induk cabang olahraga sudah tahu akibatnya kalau menyelenggarakan uji coba venue secara besar-besaran. Mereka harus menombok,” katanya.

”Venue” belum siap

Mengenai lokasi uji coba arena di Palembang maupun Jakarta, Djoko mengungkapkan, semua arena tidak mungkin siap 100 persen jika uji coba venue dilakukan Juni. ”Oleh sebab itu, saya minta uji coba venue dimundurkan jadwalnya ke bulan September karena venue belum siap,” kata Djoko.

Djoko menuturkan, rencana uji coba arena di Palembang semuanya mundur ke bulan September, kecuali untuk bola voli indoor pada Juni berupa kejuaraan bola voli Asia. Penyebabnya karena arena bola voli indoor sudah siap.

Sementara itu, mengenai kesiapan panitia penyelenggara uji coba, Djoko optimistis panitia pelaksana sudah siap sebab sudah mempersiapkan diri setahun sebelumnya. Persiapan yang masih belum dilakukan hanya persiapan panitia pendukung.

Garuda gelar turnamen

Sebagai BUMN yang menjadi ayah angkat Pelti, PT Garuda Indonesia menggelar lima turnamen tenis dalam dua ajang sebelum SEA Games 2011 digelar. Kelima turnamen itu digelar untuk mematangkan persiapan para petenis nasional yang akan mengikuti SEA Games.

Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, empat dari lima turnamen itu adalah dua turnamen Garuda Women's Challenger dan dua turnamen Garuda's Men Future. Dalam satu ajang, turnamen untuk putra dan putri akan diselenggarakan secara bersamaan.

Ajang pertama akan digelar pada 23-26 September di Jakarta dan ajang kedua digelar pada 3-9 Oktober di Palembang. Pertandingan di kompleks Stadion Jakabaring, Palembang, digelar untuk membuat para petenis Indonesia terbiasa dengan arena yang akan digunakan untuk pertandingan SEA Games.

Selain memberi tambahan pengalaman pertandingan bagi para atlet nasional, turnamen itu juga menjadi ajang memunculkan bibit-bibit petenis muda. Total hadiah yang disediakan dalam turnamen Garuda Women's Challenger adalah 25.000 dollar AS dan untuk Garuda's Men Future 15.000 dollar AS.

Selain keempat turnamen itu, Garuda juga akan menggelar Invitasi Soft Tennis di Jakarta dan Palembang menjelang penyelenggaraan SEA Games.

Ketua Umum PB Pelti Martina Wijaya menyambut baik inisiatif Garuda Indonesia menggelar berbagai pertandingan sebelum SEA Games. Para atlet diharapkan dapat mencapai atau melebihi target jika memiliki banyak pengalaman dan kepercayaan diri yang tinggi.

Sebelumnya, Garuda Indonesia sudah menandatangani kerja sama dengan panitia SEA Games XXVI (Inasoc). Garuda Indonesia ditunjuk sebagai official airline dalam SEA Games di Palembang dan Jakarta.

(ECA/WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau