Jakarta, Kompas -
Deputi I Inasoc Pusat Bidang Sport dan Venue Djoko Pramono, Rabu (8/6), mengutarakan, cukup banyak cabang olahraga yang mengajukan proposal uji coba dengan dana lebih dari plafon Rp 150 juta. ”Saya bilang nggak usah besar-besaran, yang penting target tercapai. Delegasi teknis datang lalu melihat sistem pertandingan berjalan dan venue layak digunakan,” kata Djoko.
Menurut Djoko, panitia uji coba arena tidak perlu mengundang peserta asing karena membutuhkan dana besar. Peserta uji coba arena cukup berasal dari dalam negeri. Djoko menambahkan, jika cabang tetap ingin mengadakan uji coba dengan peserta asing, mereka harus menalangi dananya.
”Induk cabang olahraga sudah tahu akibatnya kalau menyelenggarakan uji coba venue secara besar-besaran. Mereka harus menombok,” katanya.
Mengenai lokasi uji coba arena di Palembang maupun Jakarta, Djoko mengungkapkan, semua arena tidak mungkin siap 100 persen jika uji coba venue dilakukan Juni. ”Oleh sebab itu, saya minta uji coba venue dimundurkan jadwalnya ke bulan September karena venue belum siap,” kata Djoko.
Djoko menuturkan, rencana uji coba arena di Palembang semuanya mundur ke bulan September, kecuali untuk bola voli indoor pada Juni berupa kejuaraan bola voli Asia. Penyebabnya karena arena bola voli indoor sudah siap.
Sementara itu, mengenai kesiapan panitia penyelenggara uji coba, Djoko optimistis panitia pelaksana sudah siap sebab sudah mempersiapkan diri setahun sebelumnya. Persiapan yang masih belum dilakukan hanya persiapan panitia pendukung.
Sebagai BUMN yang menjadi ayah angkat Pelti, PT Garuda Indonesia menggelar lima turnamen tenis dalam dua ajang sebelum SEA Games 2011 digelar. Kelima turnamen itu digelar untuk mematangkan persiapan para petenis nasional yang akan mengikuti SEA Games.
Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar mengatakan, empat dari lima turnamen itu adalah dua turnamen Garuda Women's Challenger dan dua turnamen Garuda's Men Future. Dalam satu ajang, turnamen untuk putra dan putri akan diselenggarakan secara bersamaan.
Ajang pertama akan digelar pada 23-26 September di Jakarta dan ajang kedua digelar pada 3-9 Oktober di Palembang. Pertandingan di kompleks Stadion Jakabaring, Palembang, digelar untuk membuat para petenis Indonesia terbiasa dengan arena yang akan digunakan untuk pertandingan SEA Games.
Selain memberi tambahan pengalaman pertandingan bagi para atlet nasional, turnamen itu juga menjadi ajang memunculkan bibit-bibit petenis muda. Total hadiah yang disediakan dalam turnamen Garuda Women's Challenger adalah 25.000 dollar AS dan untuk Garuda's Men Future 15.000 dollar AS.
Selain keempat turnamen itu, Garuda juga akan menggelar Invitasi Soft Tennis di Jakarta dan Palembang menjelang penyelenggaraan SEA Games.
Ketua Umum PB Pelti Martina Wijaya menyambut baik inisiatif Garuda Indonesia menggelar berbagai pertandingan sebelum SEA Games. Para atlet diharapkan dapat mencapai atau melebihi target jika memiliki banyak pengalaman dan kepercayaan diri yang tinggi.
Sebelumnya, Garuda Indonesia sudah menandatangani kerja sama dengan panitia SEA Games XXVI (Inasoc). Garuda Indonesia ditunjuk sebagai official airline dalam SEA Games di Palembang dan Jakarta.