SANAA, KOMPAS.com — Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh telah diizinkan keluar dari perawatan intensif setelah berhasil dalam menjalani operasi bedah di Riyadh akibat luka ledakan bom, demikian dilaporkan kantor berita resmi Saba.
Kantor berita itu melaporkan, pesta kembang api menghiasi langit pada Rabu (8/6/2011) yang digelar oleh para pendukung Saleh yang menyambut keberhasilan dokter dalam mengatasi masa kritis orang nomor satu di Yaman tersebut.
Para pendukung Saleh turun ke jalan meneriakan yel-yel untuk merayakan keberhasilan operasi. Saleh kini dipindahkan dari ruang perawatan intensif ke sebuah ruang mewah di satu rumah sakit militer di ibu kota Saudi.
Menurut petugas paramedis rumah sakit Saudi, kesehatan Presiden Yaman yang sedang dirawat akibat luka bom itu dalam kondisi stabil.
"Tidak benar laporan yang mengatakan bahwa kondisi kesehatan Presiden Ali Abdullah Saleh memburuk dan terus mengalami penurunan," kata pejabat diplomat Yaman, yang keberatan disebutkan namanya kepada AFP.
Saleh diterbangkan ke ibu kota Arab Saudi pada Sabtu setelah sehari sebelumnya terluka dalam sebuah serangan bom di sebuah masjid di kompleks kepresidenan, Sanaa.
Wakil Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi, telah menegaskan, Saleh berada dalam kondisi baik dan akan segera kembali ke Yaman dalam beberapa hari ini.
Diplomat yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan, pecahan peluru berukuran sedang yang berada di daerah sensitif di dekat jantung (Saleh) berhasil dikeluarkan.
"Selama lebih dari dua hari pecehan tersebut berada di sekitar jantung, sebelum berhasil dikeluarkan melalui operasi di rumah sakit militer di Riyadh," kata harian Al-Watan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang