Krisis yaman

Presiden Yaman Lolos Lewati Masa Kritis

Kompas.com - 09/06/2011, 16:12 WIB

SANAA, KOMPAS.com — Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh telah diizinkan keluar dari perawatan intensif setelah berhasil dalam menjalani operasi bedah di Riyadh akibat luka ledakan bom, demikian dilaporkan kantor berita resmi Saba.

Kantor berita itu melaporkan, pesta kembang api menghiasi langit pada Rabu (8/6/2011) yang digelar oleh para pendukung Saleh yang menyambut keberhasilan dokter dalam mengatasi masa kritis orang nomor satu di Yaman tersebut.

Para pendukung Saleh turun ke jalan meneriakan yel-yel untuk merayakan keberhasilan operasi. Saleh kini dipindahkan dari ruang perawatan intensif ke sebuah ruang mewah di satu rumah sakit militer di ibu kota Saudi.

Menurut petugas paramedis rumah sakit Saudi, kesehatan Presiden Yaman yang sedang dirawat akibat luka bom itu dalam kondisi stabil.

"Tidak benar laporan yang mengatakan bahwa kondisi kesehatan Presiden Ali Abdullah Saleh memburuk dan terus mengalami penurunan," kata pejabat diplomat Yaman, yang keberatan disebutkan namanya kepada AFP.

Saleh diterbangkan ke ibu kota Arab Saudi pada Sabtu setelah sehari sebelumnya terluka dalam sebuah serangan bom di sebuah masjid di kompleks kepresidenan, Sanaa.

Wakil Presiden Yaman, Abd-Rabbu Mansour Hadi, telah menegaskan, Saleh berada dalam kondisi baik dan akan segera kembali ke Yaman dalam beberapa hari ini.

Diplomat yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan, pecahan peluru berukuran sedang yang berada di daerah sensitif di dekat jantung (Saleh) berhasil dikeluarkan.

"Selama lebih dari dua hari pecehan tersebut berada di sekitar jantung, sebelum berhasil dikeluarkan melalui operasi di rumah sakit militer di Riyadh," kata harian Al-Watan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau