Sea games xxvi/2011

Tim Futsal Putri Belum Tahu Kekuatan Lawan

Kompas.com - 14/06/2011, 02:42 WIB

Jakarta, kompas - Tim pelatnas futsal putri SEA Games XXVI/2011 masih buta kekuatan lawan. Oleh karena itu, tim membutuhkan uji coba ke luar negeri untuk mendapatkan gambaran kekuatan lawan.

Sejak pelatnas futsal putri empat bulan lalu, mereka belum pernah sekali pun melakukan uji coba ke luar negeri. Tim futsal putra dan putri baru akan berangkat uji coba ke China bulan Juli. Sebelumnya, tim futsal putra dan putri berencana uji coba ke China bulan Juni, tetapi batal tanpa alasan yang jelas.

Maulina Novryliani, salah satu atlet pelatnas futsal putri, mengatakan, mereka sudah siap tampil di SEA Games. Namun, mereka belum tahu kekuatan lawan karena belum pernah uji coba di luar negeri.

”Tim futsal putri Thailand dan Vietnam bagus, tetapi kami belum tahu kekuatannya. Di Indonesia sulit mencari tim futsal putri untuk lawan berlatih,” kata Maulina.

Atlet pelatnas futsal putri lainnya, Retno Ayu Dwi, mengatakan, mereka hanya bisa mengira-ngira kekuatan lawan dari tayangan video di situs Youtube.

Pelatih kepala pelatnas futsal putri, Viernes Ricardo Polnaya, mengutarakan, atlet pelatnas kesulitan melakukan lawan tanding karena jarang sekali ada tim futsal putri. Akibatnya, tim pelatnas futsal putri lebih banyak berlatih melawan tim putra.

”Dengan berlatih melawan tim putra, tim putri akan terbiasa menghadapi tekanan. Kita tidak mencari kemenangan, tetapi menekankan pada bagaimana tampil menyerang, bertahan, dan transisi,” ujarnya.

Ricardo mengungkapkan, kekuatan tim futsal putri memang belum teruji. Namun, ia optimistis, tim futsal putri dapat menembus babak final SEA Games.

Menurut Ricardo, jumlah peserta pelatnas futsal putri saat ini 17 orang, yang akan dikurangi menjadi 14 orang pada Juli. Jumlah tim inti SEA Games juga sebanyak 14 orang.

”Saya akan mencari 2-3 pemain lagi dari Papua, di sana banyak pemain potensial,” kata Ricardo.

Paralayang sapu bersih

Sementara itu, tiga atlet putri pelatnas SEA Games cabang paralayang menyabet medali emas, perak, dan perunggu pada Kejuaraan Dunia Paralayang Nomor Ketepatan Mendarat (Paragliding Accuracy World Cup/PGAWC) seri V di Sabah, Malaysia, 11-12 Juni. Tim yang berangkat ke Malaysia adalah sebagian dari tim pelatnas SEA Games, terdiri atas lima atlet putra, empat atlet putri, dan satu ofisial.

Dian Rosnalia menduduki peringkat pertama dengan nilai 329, Milawati Sirin di peringkat kedua dengan nilai 927, dan Cherry Bonaria di peringkat ketiga dengan nilai 1.589.

”Hasil sapu bersih yang dicapai oleh tim Putri Indonesia dapat diraih karena persiapan yang matang, yaitu melakukan pemusatan latihan dan pengenalan medan lebih awal,” ujar Dharmawan Sirin, pelatih sekaligus manajer tim Indonesia. (WAD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau