Jakarta, kompas -
Sejak pelatnas futsal putri empat bulan lalu, mereka belum pernah sekali pun melakukan uji coba ke luar negeri. Tim futsal putra dan putri baru akan berangkat uji coba ke China bulan Juli. Sebelumnya, tim futsal putra dan putri berencana uji coba ke China bulan Juni, tetapi batal tanpa alasan yang jelas.
Maulina Novryliani, salah satu atlet pelatnas futsal putri, mengatakan, mereka sudah siap tampil di SEA Games. Namun, mereka belum tahu kekuatan lawan karena belum pernah uji coba di luar negeri.
”Tim futsal putri Thailand dan Vietnam bagus, tetapi kami belum tahu kekuatannya. Di Indonesia sulit mencari tim futsal putri untuk lawan berlatih,” kata Maulina.
Atlet pelatnas futsal putri lainnya, Retno Ayu Dwi, mengatakan, mereka hanya bisa
Pelatih kepala pelatnas futsal putri, Viernes Ricardo Polnaya, mengutarakan, atlet pelatnas kesulitan melakukan lawan tanding karena jarang sekali ada tim futsal putri. Akibatnya, tim pelatnas futsal putri lebih banyak berlatih melawan tim putra.
”Dengan berlatih melawan tim putra, tim putri akan terbiasa menghadapi tekanan. Kita tidak mencari kemenangan, tetapi menekankan pada bagaimana tampil menyerang, bertahan, dan transisi,” ujarnya.
Ricardo mengungkapkan, kekuatan tim futsal putri memang belum teruji. Namun, ia optimistis, tim futsal putri dapat menembus babak final SEA Games.
Menurut Ricardo, jumlah peserta pelatnas futsal putri saat ini 17 orang, yang akan dikurangi menjadi 14 orang pada Juli. Jumlah tim inti SEA Games juga sebanyak 14 orang.
”Saya akan mencari 2-3 pemain lagi dari Papua, di sana banyak pemain potensial,” kata Ricardo.
Sementara itu, tiga atlet putri pelatnas SEA Games cabang paralayang menyabet medali emas, perak, dan perunggu pada Kejuaraan Dunia Paralayang Nomor Ketepatan Mendarat (Paragliding Accuracy World Cup/PGAWC) seri V di Sabah, Malaysia, 11-12 Juni. Tim yang berangkat ke Malaysia adalah sebagian dari tim pelatnas SEA Games, terdiri atas lima atlet putra, empat atlet putri, dan satu ofisial.
Dian Rosnalia menduduki peringkat pertama dengan nilai 329, Milawati Sirin di peringkat kedua dengan nilai 927, dan Cherry Bonaria di peringkat ketiga dengan nilai 1.589.
”Hasil sapu bersih yang dicapai oleh tim Putri Indonesia dapat diraih karena persiapan yang matang, yaitu melakukan pemusatan latihan dan pengenalan medan lebih awal,” ujar Dharmawan Sirin, pelatih sekaligus manajer tim Indonesia.