Yuyun Wahyuni (23), mahasiswi angkatan 2006 Jurusan Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer Universitas Pembangunan Nasional Jakarta, tak bisa mewujudkan impiannya menikah dengan sang kekasih. Senin (13/6) siang, ia ditemukan tak bernyawa di kamar rumah paman dan bibinya, Warno (52) dan Aniati (45), di Jalan Lele Raya RT 03 RW 05 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan.
Posisi korban telungkup di atas tempat tidur, berlumuran darah segar di bagian kepala. Sementara kaki dan tangan korban terikat tali berwarna abu-abu.
”Kami baru tahu Neng (panggilan akrab korban) sudah tak bernyawa sekitar pukul 13.00,” kata Aniati.
Kejadian itu berawal ketika Aniati mendapat telepon dari ibu korban yang ingin mencari tahu keberadaan anaknya yang sulit dihubungi sejak Senin pagi kemarin. Setelah mendapat telepon, Aniati segera mendatangi kamar korban. Karena tak ada jawaban ketika diketuk, Aniati langsung membuka pintu kamar korban. ”Sewaktu pintu dibuka, Neng sudah tidak bernyawa lagi,” kata Aniati dengan mata berkaca-kaca.
Aniati dan Warno terpukul atas kejadian itu. ”Kami tak sangka ada orang yang tega membunuh Neng. Tidak lama lagi, Neng mau menikah. Siapa pelakunya dan apa motif pembunuhan terhadap Neng, kami tidak tahu,” ujar Aniati. Korban sempat mengubah status di jaring sosial miliknya. Dalam statusnya, ia menuliskan kata bosan.
Kepala Polsek Pamulang Komisaris Zulkifli Muridu membenarkan kejadian itu. Menurut Zulkifli, dari hasil identifikasi petugas di lokasi kejadian, korban diketahui baru tewas beberapa jam sebelum ditemukan. Hal itu terlihat dari kondisi darah yang masih segar bercucuran dari bagian kepala. Di samping korban, terdapat cobek atau ulekan berdiameter 15 sentimeter berlumur darah.
Zulkifli mengatakan, diduga cobek itu digunakan pelaku untuk menghantam kepala korban sehingga perempuan asal Ciamis, Jawa Barat, ini tewas.
”Diduga, kemungkinan korban kenal dekat dengan pelaku karena tidak ditemukan kerusakan, baik di pintu kamar maupun rumah tinggal korban. Semua masih kemungkinan dan dalam penyelidikan,” kata Zulkifli.
Saat ini, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Fatmawati, Jakarta Selatan, untuk otopsi.
Polisi mengerahkan anjing pelacak dari Polres Jakarta Selatan untuk melacak pelaku. Anjing pelacak mengendus di sekitar rumah tinggal korban dan kawasan permukiman tersebut. Hingga pukul 19.00, polisi belum berhasil menangkap pelaku.
Dari Bekasi dilaporkan, kelompok perampok bersenjata api kembali beraksi di Kota Bekasi, Sabtu dan Minggu (12/6). Selain semakin berani, perampok pun semakin beringas.
Aksi empat perampok bersenjata api menewaskan Abdul Choer (18) di Kampung Kelapadua RT 02 RW 07, Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Minggu (12/6) sekitar pukul 18.30.
Seusai makan bersama keluarga, Abdul keluar rumah Minggu sore. Saat itu, korban memergoki empat rampok sedang menuntun sepeda motor Yamaha Vega ZR milik Misan, pamannya. Melihat kejadian itu, korban berteriak sembari berusaha mengejar perampok tersebut. Teriakannya mengagetkan keluarga, warga, dan para perampok.
Teriakan itu membuat para perampok panik. Mereka segera meninggalkan rampokannya dan melarikan diri menuju dua sepeda motor milik mereka. Kemudian, salah satu perampok menembak korban.
Seketika korban terjatuh setelah timah panas menembus dada kiri hingga punggung kanannya.
Mendengar adanya letusan senjata api, warga berhamburan keluar. Mereka berusaha mengejar para perampok. Akan tetapi, warga mengambil langkah mundur setelah perampok, yang telah menembak korban, melepaskan tembakan ke udara. Selanjutnya, para rampok melarikan diri.
Warga langsung menolong korban dan membawa ke Klinik Mustikajaya Medica. Namun, dalam perjalanan, korban mengembuskan napas terakhir.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota Komisaris Dedy Murti mengatakan, korban ditembak dari jarak 12 meter. Proyektil peluru yang menembus tubuh korban berhasil dikeluarkan dan sedang diuji balistik.
Masih terkait perampokan, Arwin (24) kehilangan dompet berisi uang sekitar Rp 1 juta di Jalan Baru Andar, Kecamatan Bekasi Timur, Sabtu (11/6) pukul 23.30. Malam itu, Arwin sedang berboncengan dengan Yanto. Di Jalan Baru Andar itulah mereka dipepet empat lelaki yang menggunakan dua sepeda motor. Salah satu perampok tiba-tiba mengayunkan parang ke arah Arwin, tetapi hanya mengenai jaket dan baju pemuda ini sehingga sobek. Arwin dan Yanto terpaksa berhenti dan mempertahankan diri. (Pingkan Elita Dundu/Ambrosius Harto Manumoyoso)