Copa libertadores

Santos Tanpa Ganso pada Laga Pertama

Kompas.com - 15/06/2011, 02:15 WIB

MONTEVIDEO, SENIN - Klub Santos tidak diperkuat Paulo Henrique Chagas de Lima alias Ganso (21), salah satu motor serangan tim, dalam lawatan ke Uruguay untuk melawan Penarol pada final Copa Libertadores laga pertama di Stadion Centenario, Montevideo, Rabu (15/6). Ia tidak masuk daftar tim Santos karena cedera otot paha.

Laga final Copa Libertadores digelar dua laga. Laga kedua berlangsung sepekan kemudian di Sao Paulo, Brasil. Ganso diperkirakan dapat tampil pada final laga kedua. Ganso tidak ikut latihan menyusul cedera otot paha yang dideritanya pada laga pertama final Campeonato Paulista lawan Corinthians pada Mei lalu.

Ia menjadi pemain utama dalam skema serangan Santos sejak menjalani debut di klub raksasa Brasil tahun 2008. Ganso pernah memperkuat timnas Brasil, yakni dalam laga persahabatan lawan Amerika Serikat, Agustus lalu.

Terkait persiapan untuk final, Rabu ini, Pelatih Santos Muricy Ramalho sengaja memainkan tim lapis kedua saat imbang 1-1 melawan Cruzeiro di Liga Brasil, Sabtu lalu. Saat menghadapi Penarol, Santos bakal mengandalkan serangan tim pada penyerang berusia 19 tahun, Neymar.

Gangguan perjalanan

Hal lain yang bisa mengganggu persiapan Santos adalah bencana abu letusan vulkanik Cordon Caulle di Cile, yang berdampak penerbangan ke Uruguay. Kekhawatiran itu muncul pekan lalu, di mana mereka harus melakukan perjalanan lebih lama menuju Montevideo.

Seperti diberitakan situs goal.com, Jumat lalu, sejumlah penerbangan di Buenos Aires (Argentina) dan Montevideo (Uruguay) dibatalkan akibat abu letusan vulkanik tersebut. Mulai Senin kemarin, angkasa diperkirakan cerah kembali. Namun, Santos telah mempersiapkan diri dengan kemungkinan terburuk.

Menurut laporan Ole, salah satu pilihan perjalanan yang dapat ditempuh Santos adalah terbang ke daerah paling selatan Brasil di Provinsi Rio Grande do Sur. Setelah itu, dilanjutkan perjalanan darat ke Uruguay, yang berjarak lebih dari 700 kilometer.

Neymar salah satu mesin gol Santos dengan menyumbang lima gol. Namanya belakangan ini dikait-kaitkan dengan klub Inggris, Chelsea, yang dikabarkan menyiapkan transfer 26,5 juta euro (sekitar Rp 326,4 miliar) untuk memboyongnya ke Stamford Bridge, London.

”Saya terikat kontrak dengan Santos dan saya ingin meneruskannya. Saya sangat gembira karena bisa terus mencetak gol,” ujar Neymar kepada Mundo Deportivo, yang dikutip situs goal.com, Sabtu (11/6). Santos mengincar trofi Copa Libertadores pertama sejak tahun 1963.

Penarol siapkan kejutan

Tampilnya Santos ke final sudah diperkirakan beberapa kalangan dan bahkan difavoritkan memboyong trofi. Penampilan klub raksasa Uruguay itu di babak penyisihan grup kurang berkesan, yakni lolos sebagai runner-up grup dengan catatan tiga kali menang dan tiga kali kalah.

Namun, skuad asuhan Pelatih Diego Aguirre itu cemerlang di babak knock out. Mereka menyisihkan juara bertahan Internacional (Brasil) di 16 besar, dengan menang tandang 2-1 setelah imbang 1-1 di kandang sendiri.

Penarol kemudian memukul Universidad Catolica (Cile) di perempat final dan menyingkirkan Vélez Sársfield (Argentina) di semifinal. Kendati tidak difavoritkan, klub tertua Uruguay itu bertekad membuat kejutan.

”Kami sudah berada di final Libertadores, babak yang sudah lama tidak dijamah klub raksasa ini,” kata Juan Manuel Olivera, striker Penarol, kepada situs FIFA, awal Juni. ”Kami mungkin tak memainkan sepak bola indah, tetapi kami punya tekad besar dan tak pernah menyerah.”

Bagi Penarol, ini final Copa Libertadores pertama dalam 24 tahun terakhir. ”Kami mengawali turnamen ini dengan impian dan tinggal selangkah lagi meraih impian tersebut,” papar Olivera. (GOAL.COM/ESPNSOCCERNET.COM/FIFA.COM/SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau