Hikmahanto juwana

No Strong Commitment from Govt to Protect Indonesian Workers?

Kompas.com - 20/06/2011, 05:00 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - The Indonesian government must have a firm attitude towards the Saudi authority’s decision over Ruyati, a domestic helper who was executed on Saturday on charges of murder, a legal observer said.

Professor of international law of the University of Indonesia, Hikmahanto Juwana, said here on Sunday that the government needed to take a firm attitude because the execution was carried out without notifying the Indonesian embassy in Riyadh. He stated that if the government had a strong commitment to protecting Indonesian migrant workers it would not be enough to summon the Saudi ambassador in Indonesia over the matter.

"The government can show its firmness by terminating the sending of its migrant workers to Saudi Arabia. It could also take a diplomatic action to show its inconvenience of the treatment its citizens had received," he said.

He said Indonesia could recall its ambassador in Saudi Arabia or reduce the number of its diplomatic staff there, without the need to terminate diplomatic ties. Ruyati binti Satubi was executed on Saturday after she was proven to have murdered her employer’s wife Khoiriyah Omar Moh Omar Hilwani.

The Indonesian Consulate General in Jidda had done its best to provide legal aid to prevent the domestic helper from execution by beheading. The consulate general has submitted a request to the Saudi Board of Pardon (Lajnatul Afwu) to acquit Ruyati from the death penalty. Yet her family members did not to give a pardon.

Ruyati who was sent to Saudi Arabia by manpower supplier firm PT Dasa Graha Utama had killed Khoriyah on January 12, 2010 by stabbing her head and neck several times with a machete and kitchen knife.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau