Nasib Persija Masih Menggantung

Kompas.com - 20/06/2011, 05:15 WIB

Jakarta, kompas - Persija Jakarta berharap lolos ke Piala AFC setelah kalah bersaing dengan Arema Indonesia memperebutkan tiket play off Liga Champions Asia. Delapan gol Arema ke gawang Bontang FC memupus kerja keras para pemain Persija yang menekuk PSPS Pekanbaru, 3-0.

Arema dan Persija bersaing sangat ketat pada akhir musim Liga Super Indonesia. Kedua tim sama-sama mengantongi nilai 49 sebelum laga terakhir, Minggu (19/6). Persija di peringkat kedua di bawah Persipura Jayapura dengan selisih gol 21 dan Arema di peringkat ketiga dengan 19 gol.

Laga terakhir di Stadion Kanjuruhan, Malang, dimanfaatkan Arema untuk mengandaskan Bontang FC, 8-0. Arema pun menggusur Persija dari peringkat kedua dengan tiga selisih gol. Pada klasemen akhir, kedua tim sama-sama mengantongi nilai 52. Namun, Arema unggul selisih gol 27 dan selisih gol Persija 24.

Arema yang mengakhiri Liga Super musim 2010/2011 di peringkat kedua dipastikan mengikuti play off Liga Champions Asia (LCA) musim depan. Jika gagal lolos, Arema masih dapat tampil di Piala AFC. Tiket lolos otomatis ke LCA dipegang juara Liga Super, Persipura Jayapura.

Persija menggantung

Sementara posisi Persija masih tergadai aturan dan kepastian penyelenggaraan Piala Indonesia. Kepastian tampil di Piala AFC bagi Persija baru dapat diketahui setelah evaluasi dan survei kuota klub oleh tim Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) sekitar Agustus-September.

Jika kuota zona Asia untuk Indonesia tetap tiga klub seperti musim ini dan Piala Indonesia batal digelar, Persija yang berada di klasemen ketiga kemungkinan besar tampil di Piala AFC.

Jika Piala Indonesia ternyata jadi digelar dan AFC memberikan kuota tiga klub untuk Indonesia, klub ketiga yang akan bermain di Piala AFC menjadi hak juara Piala Indonesia.

Skenario ketiga adalah AFC hanya memberikan jatah dua klub Indonesia untuk kompetisi zona Asia. Artinya, Persija tetap tidak bisa tampil di Piala AFC meskipun Piala Indonesia tidak jadi digelar.

”Semoga kita bisa tampil di Piala AFC karena tidak ada Piala Indonesia,” ujar Pelatih Persija Rahmad Darmawan.

RD, sapaan akrab Rahmad Darmawan, menilai, Persija harus bersaing ketat pada akhir musim untuk memperebutkan peringkat kedua karena sempat kehilangan poin di laga kandang.

”Kesalahan ada di saya, kesalahan ada pada kami. Mengapa kami tidak menang saat laga kandang melawan Persiwa Wamena, Persipura Jayapura, dan Semen Padang,” ujar RD menyesali.

Persija menang 3-0 melalui gol Greg Nwokolo pada menit ke-7 dan ke-89. Agu Casmir menambah satu gol pada menit ke-90.

”Kami memainkan pertandingan yang menutup peluang Persija untuk menang dengan mudah,” ujar Manajer PSPS Destrayani Bibra.

Arema tampil menggebrak sejak menit pertama untuk membukukan gol sebanyak mungkin guna mengatasi ketertinggalan selisih gol dengan Persija. Arema hanya memerlukan 11 menit untuk mencetak tiga gol, dua gol dicetak Musafri pada menit pertama dan kedelapan serta Yongki Aribowo pada menit ke-11 yang disambut meriah 31.000 suporter di stadion berkapasitas 35.000 penonton itu. Yongki mencetak hat-trick dalam laga itu, diikuti dua gol Roman Chmelo dan Amirudin satu gol.

Pelatih Arema Miroslav Janu menyatakan, kompetisi kali ini mengecewakan karena tindakan manajemen yang tidak segera membayar gaji para pesepak bola Arema sampai saat-saat terakhir menjelang kompetisi berakhir.

”Jika itu pun masih bisa peringkat kedua, bagi saya jelas sudah luar biasa,” ujar Janu.

(ANG/ODY/ELD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau