Stok di pmi medan

8 Kantong Darah Terinfeksi HIV

Kompas.com - 21/06/2011, 22:54 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Selama enam bulan sejak Januari 2011, Palang Merah Indonesia Kota Medan, Sumatera Utara, menemukan sedikitnya delapan kantong darah dari pendonor sukarela yang terinfeksi virus HIV.

"Meski jumlahnya tidak banyak, temuan itu jelas menjadi perhatian yang cukup serius bagi kami," kata Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Medan Delyuzar, di Medan, Selasa (21/6/2011).

Namun, lanjut Delyuzar, temuan itu belum dapat dipastikan benar-benar positif karena standar untuk menyatakan positif HIV harus dikonfirmasi dengan tiga regensia yang berbeda.

"Hasil yang kami temui positif, tapi belum tentu positif ketika diperiksa menggunakan regensia. Artinya, reaktif ada sekitar delapan orang pendonor yang ketika diperiksa darahnya terinfeksi HIV. Kami katakan reaktif karena belum konfirmasi dan harus tetap berjaga-jaga," katanya.

Selain itu, ungkap Delyuzar, pihaknya juga mengingatkan kepada pendonor jika memiliki perilaku yang berisiko terkena virus berbahaya tersebut agar melakukan konseling ke VCT. Pihaknya lebih memprioritaskan darah yang berisiko rendah.

Sumber: ANTARA

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp 5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau