TEMANGGUNG, KOMPAS.com — Sebanyak 50 dusun di 25 desa di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, rawan kekeringan dan kekurangan air bersih pada musim kemarau 2011.
Kepala Seksi Perlindungan Masyarakat Kantor Kesatuan Bangsa, politik, dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Temanggung Agus Sudaryono di Temanggung, Jumat, mengatakan, 50 dusun tersebut tersebar di 10 kecamatan, yakni Kecamatan Kandangan, Kaloran, Pringsurat, Bejen, Tlogomulyo, Kranggan, Bulu, Tretep, Wonoboyo, dan Parakan.
Pemerintah Kabupaten Temanggung telah menyiapkan 250 tangki air bersih yang akan disalurkan kepada masyarakat setelah mereka mengajukan permintaan air bersih.
"Saat ini, bantuan air bersih belum disalurkan, tetapi segera akan dibagikan apabila ada laporan kekeringan secara tertulis dari desa melalui camat setempat," katanya.
Ia mengatakan, persediaan 250 tangki air bersih tersebut turun dibandingkan pada tahun 2010 yang mencapai 400 tangki.
Namun, katanya, apabila jumlah tersebut tidak mencukupi akan ditambah.
Pengalaman pada 2010, katanya, terdapat surplus anggaran bantuan bencana kekeringan yang telah disiapkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Surplus tersebut disebabkan musim kemarau 2010 merupakan kemarau basah yang debit air tanah masih tinggi.
"Pada tahun ini diprediksikan terjadi kemarau kering sehingga kemungkinan kebutuhan akan lebih banyak. Kami lihat kebutuhannya nanti. Kalau kurang bisa mengajukan lagi untuk penambahan," katanya.
Secara lisan, katanya, telah ada laporan lima desa yang mengajukan bantuan air bersih, yakni Desa Rowo, Tlogo Pucang, dan Caruban di Kecamatan Kandangan serta Ngadisepi dan Kalibanger di Kecamatan Gemawang.
Ia mengatakan, laporan tersebut akan segera ditindaklanjuti dengan penyaluran air bersih jika ada pengajuan secara resmi dari kecamatan setempat.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang