Caracas, Kamis
”Kami tidak tahu persis kapan dia akan kembali. Kami harus menanti penilaian medis. Namun, dalam beberapa hari, 10 sampai 12 hari, presiden akan kembali ke sini,” kata Adan Chavez, Gubernur Negara Bagian Barinas yang juga kakak laki-laki Hugo Chavez, kepada stasiun televisi pemerintah VTV, Rabu (22/6).
Chavez, pemimpin beraliran kiri yang vokal, dirawat sejak 10 Juni lalu di Havana untuk menjalani operasi abses panggul. Baik Chavez maupun para dokter yang merawatnya tidak mengungkapkan penyebab abses itu.
Sejak itu, presiden yang sangat suka bicara tersebut, yang pidatonya bisa berlangsung berjam-jam, nyaris membisu. Hal itu membuat spekulasi merebak.
Biasa muncul di televisi beberapa kali sehari, Chavez nyaris tidak tampak kecuali untuk sebuah sesi foto dengan Presiden Kuba Raul Castro dan pemimpin revolusioner Kuba, Fidel Castro. Dalam foto itu Chavez terlihat tersenyum, tetapi tampak lebih lemah.
Para menteri dan pendukung Chavez mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Operasi untuk membersihkan abses di panggulnya telah sukses, masa pemulihan normal berjalan selama dua pekan, dan ”el Comandante” akan segera pulang.
”Untuk menghentikan kabar angin dan spekulasi, saya bisa memberikan bukti kesehatan presiden karena saya tiba semalam dari Havana. Presiden sedang pulih dengan memuaskan. Dia orang yang sangat kuat,” kata Adan Chavez.
Kelompok propemerintah selama berhari-hari menyiapkan sambutan meriah untuk menyambut kembalinya Chavez ke istana kepresidenan Miraflores. sementara kabar kepulangannya datang dan pergi.
Lawan-lawan politik Chavez mengatakan, ketiadaan perincian mengenai keadaan kesehatannya memperlihatkan sifat pemerintah Chavez. ”Dalam demokrasi, ada informasi. Di bawah pemerintah otoriter, ada foto-foto,” kata anggota parlemen oposisi, Americo de Grazia.
Dua hari setelah operasi, Chavez berbicara kepada sebuah jaringan televisi melalui telepon. Itu satu-satunya saat publik mendengar suaranya. Namun, dengan mengatakan tidak ada tanda-tanda ”keganasan”, Chavez malah mengobarkan spekulasi.
Presiden yang gemar bekerja itu juga menyatakan akan pulang dalam ”beberapa hari”, dan itu tidak terjadi.
Chavez dijadwalkan menjadi tuan rumah dalam sebuah pertemuan puncak pemimpin Amerika Latin di Venezuela tanggal 5 Juli. Asumsi pun muncul, tujuannya adalah kembali menjadi orang yang energik dan banyak bicara sebelum pertemuan itu dimulai.
Keberadaan Chavez di Kuba kembali menegaskan ketiadaan seorang pengganti di Partai Sosialis dan akan adanya kekosongan kekuasaan tanpa dia.
Salah seorang analis politik paling terkenal Venezuela, Luis Vicente Leon, mengatakan, ketiadaan informasi bisa berarti Chavez benar-benar tidak sehat atau dia merencanakan meningkatkan citranya dengan kembalinya yang dramatis ke mata publik.
Chavez (56) yang dahulu langsing telah bertambah bobot dalam beberapa tahun terakhir.