Saina Nehwal Optimistis Juara

Kompas.com - 26/06/2011, 02:23 WIB

Jakarta, Kompas - Pebulu tangkis tunggal putri Saina Nehwal optimistis meraih gelar juara turnamen Djarum Indonesia Open 2011. Pemain cantik asal India ini akan menantang pemain China, Wang Yihan, di partai final yang akan berlangsung di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (26/6).

Saina merupakan juara bertahan turnamen ini. Gelar juara tahun ini akan menambah koleksinya yang ketiga secara beruntun.

”Saya tak perlu merasa takut menghadapi pemain China. Inilah final yang sangat saya dambakan. Indonesia sudah seperti rumah saya sendiri dan saya yakin bisa kembali juara di sini,” kata Saina.

Pebulu tangkis peringkat keempat dunia ini tampil di partai puncak setelah pada laga semifinal kemarin menang tiga gim atas pemain Taiwan, Cheng Shao Chieh, 21-14, 14-21, 21-17.

Saina bermain cukup percaya diri setelah sehari sebelumnya sukses menaklukkan dua kali juara All England asal Denmark, Tine Baun. Meski sempat terbawa permainan lawannya, Saina bisa memenangi gim pertama 21-14.

Pada gim kedua, Saina mulai kesulitan menghadapi Cheng yang mengubah strategi dengan permainan cepat. Saina pun kalah dengan angka 14-21.

Pada gim penentuan, Saina mulai bisa membaca gaya permainan lawannya dengan bermain lebih sabar. Saina bisa mengembalikan kontrol permainan dan menang 21-17.

Pada laga semifinal lainnya, Wang Yihan tanpa kesulitan mengalahkan kompatriotnya, Jiang Yanjiao, 21-13, 21-12. Wang sendiri berharap bisa mempertahankan permainan terbaiknya saat menghadapi Saina di final.

Dari rekor pertemuan sebelumnya, Wang dan Saina baru sekali bertemu, yakni pada ajang Piala Uber tahun 2010 di Malaysia. Ketika itu, Wang Yihan menang dengan angka 14-21, 21-11, 21-18.

Pertandingan klasik

Pertandingan klasik akan terjadi pada nomor tunggal putra. Pemain gaek asal Denmark, Peter Gade, akan bertemu pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei.

Kedua pemain ini sudah 13 kali bertemu. Dari pertandingan itu, Peter Gade cuma menang satu kali atas Lee Chong Wei, yang merupakan juara bertahan turnamen Indonesia Open.

”Anda jangan sampai salah membuat prediksi. Saya punya memori yang baik dari hasil pertandingan dengan Lee Chong Wei. Mudah-mudahan kali ini saya bisa menang,” kata Gade.

Gade sendiri cukup senang ditempatkan sebagai pemain underdog melawan Lee Chong Wei. Pemain berusia 34 tahun ini tampil di final setelah sukses menaklukkan pemain Jepang, Sho Sasaki.

Pengalaman dan kecerdikan Gade cukup terlihat saat mengalahkan Sasaki, pemain yang menyingkirkan dua jagoan China, Lin Dan serta Chen Jin.

”Saya sudah mempelajari permainan Sasaki. Pada gim pertama, saya langsung mengajaknya bermain cepat. Sementara pada gim kedua, saya mulai menunda tempo dan bermain sabar. Itu sebabnya, Sasaki sulit membaca permainan saya,” kata Gade.

Sasaki sendiri mengakui kecerdikan Gade. Menurut Sasaki, dia kalah karena terbawa permainan lawan. ”Secara fisik, saya jelas lebih unggul daripada dia, tetapi saya kalah dalam strategi permainan. Tentu saja hasil ini mengecewakan,” kata Sasaki.

Sementara itu, Lee Chong Wei tidak terlalu mengalami kesulitan saat mengalahkan pemain muda asal China, Chen Long. Setelah menang 21-17 pada gim pertama, Chong Wei kembali menyudahi perlawanan Chen Long pada gim kedua dengan angka 21-18.

Buat China, hasil ini menjadi pukulan telak karena dari enam pemain tunggal yang turun, tak satu pun yang menembus babak final.

Soal pertemuan melawan Gade, Chong Wei mengaku tetap respek meski dari rekor pertandingan di jauh lebih unggul. ”Saya tetap respek karena dia pemain yang berpengalaman. Pertandingan akan menarik dan saya tidak boleh lengah,” kata Lee Chong Wei.

Jika Lee Chong Wei sukses menjadi juara, ia akan meraih gelarnya yang keempat atau ketiga secara beruntun.

Final ganda putra akan mempertandingkan sesama pasangan China. Unggulan ketiga Cai Yun/Fu Haifeng akan menghadapi yuniornya, Chai Biao/Guo Zhendong.

Kedua pasangan China ini tampil di final setelah menyingkirkan pasangan Indonesia. Cai/Fu menang atas Markis Kido/Hendra Setiawan, sementara Chai/Guo menang atas Bona Septano/Muhammad Ahsan. (HLN/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau