Saina merupakan juara bertahan turnamen ini. Gelar juara tahun ini akan menambah koleksinya yang ketiga secara
”Saya tak perlu merasa takut menghadapi pemain China. Inilah final yang sangat saya dambakan. Indonesia sudah seperti rumah saya sendiri dan saya yakin bisa kembali juara di sini,” kata Saina.
Pebulu tangkis peringkat keempat dunia ini tampil di partai puncak setelah pada laga semifinal kemarin menang tiga gim atas pemain Taiwan, Cheng Shao Chieh, 21-14, 14-21, 21-17.
Saina bermain cukup percaya diri setelah sehari sebelumnya sukses menaklukkan dua kali juara All England asal Denmark, Tine Baun. Meski sempat terbawa permainan lawannya, Saina bisa memenangi gim pertama 21-14.
Pada gim kedua, Saina mulai kesulitan menghadapi Cheng yang mengubah strategi dengan permainan cepat. Saina pun kalah dengan angka 14-21.
Pada gim penentuan, Saina mulai bisa membaca gaya permainan lawannya dengan bermain lebih sabar. Saina bisa mengembalikan kontrol permainan dan menang 21-17.
Pada laga semifinal lainnya, Wang Yihan tanpa kesulitan mengalahkan kompatriotnya,
Dari rekor pertemuan sebelumnya, Wang dan Saina baru sekali bertemu, yakni pada ajang Piala Uber tahun 2010 di Malaysia. Ketika itu, Wang Yihan menang dengan angka 14-21, 21-11, 21-18.
Pertandingan klasik akan terjadi pada nomor tunggal putra. Pemain gaek asal Denmark, Peter Gade, akan bertemu pemain nomor satu dunia asal Malaysia, Lee Chong Wei.
Kedua pemain ini sudah 13 kali bertemu. Dari pertandingan itu, Peter Gade cuma menang satu kali atas Lee Chong Wei, yang merupakan juara bertahan turnamen Indonesia Open.
”Anda jangan sampai salah membuat prediksi. Saya punya memori yang baik dari hasil pertandingan dengan Lee Chong Wei. Mudah-mudahan kali ini saya bisa menang,” kata Gade.
Gade sendiri cukup senang ditempatkan sebagai pemain
Pengalaman dan kecerdikan Gade cukup terlihat saat mengalahkan Sasaki, pemain yang menyingkirkan dua jagoan China, Lin Dan serta Chen Jin.
”Saya sudah mempelajari permainan Sasaki. Pada gim pertama, saya langsung mengajaknya bermain cepat. Sementara pada gim kedua, saya mulai menunda tempo dan bermain sabar. Itu sebabnya, Sasaki sulit membaca permainan saya,” kata Gade.
Sasaki sendiri mengakui kecerdikan Gade. Menurut Sasaki, dia kalah karena terbawa permainan lawan. ”Secara fisik, saya jelas lebih unggul daripada dia, tetapi saya kalah dalam strategi permainan. Tentu saja hasil ini mengecewakan,” kata Sasaki.
Sementara itu, Lee Chong Wei tidak terlalu mengalami kesulitan saat mengalahkan pemain muda asal China, Chen Long. Setelah menang 21-17 pada gim pertama, Chong Wei kembali menyudahi perlawanan Chen Long pada gim kedua dengan angka 21-18.
Buat China, hasil ini menjadi pukulan telak karena dari enam pemain tunggal yang turun, tak satu pun yang menembus babak final.
Soal pertemuan melawan
Jika Lee Chong Wei sukses menjadi juara, ia akan meraih gelarnya yang keempat atau ketiga secara beruntun.
Final ganda putra akan mempertandingkan sesama pasangan China. Unggulan ketiga Cai Yun/Fu Haifeng akan menghadapi yuniornya, Chai Biao/Guo Zhendong.
Kedua pasangan China ini tampil di final setelah menyingkirkan pasangan Indonesia. Cai/Fu menang atas Markis Kido/Hendra Setiawan, sementara Chai/Guo menang atas Bona Septano/Muhammad Ahsan.