Bbm langka

Inflasi & Stagnasi Ekonomi Bisa Terpicu

Kompas.com - 26/06/2011, 19:48 WIB

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Kelangkaan bahan bakar minyak di Lampung akhir-akhir ini dikeluhkan para pengusaha dan sopir truk. Kelangkaan BBM yang berkepanjangan dikhawatirkan bisa memicu stagnasi ekonomi sekaligus inflasi.

Berdasarkan pantauan Sabtu (25/6/2011), sejumlah SPBU yang berada di jalan lintas timur Sumatera di Bandar Lampung, Lampung Tengah dan Lampung Selatan, masih dipadati truk-truk yang antre membeli solar. Sebagian SPBU kehabisan stok solar di siang hari.

Di SPBU di Jalan Yos Sudarso, Bandar Lampung, antrean truk bahkan mengakibatkan kemacetan lalu lintas sepanjang 700 meter di titik ini. Sejumlah sopir truk rela menginap di SPBU ini semenjak malam hari demi mendapatkan solar yang dipasok pada pagi harinya.

"Semalam sulit betul cari-cari solar. Terpaksa antre di SPBU sekalian menginap," ujar Kundrin (40), sopir truk asal Medan.

Menurut dia, di sepanjang jalan lintas timur Sumatera mulai dari Medan hingga Bandar Lampung, solar sulit dicari. Sehingga akhir-akhir ini ia terpaksa sering antre sekaligus menginap di SPBU demi mendapatkan solar. "Jadinya memakan waktu perjalanan. Waktu yang semestinya 2 hari menyeberang ke jawa, sekarang bisa 3 hari lebih," keluhnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesian (Apindo) Lampung Yusuf Kohar mengingatkan, bila kelangkaan BBM tidak segera diatasi, dikhawatirkan bisa menganggu aktivitas ekonomi. "Distribusi manusia dan barang terganggu, perputaran roda ekonomi bisa mengalami stagnasi," ujarnya, Minggu (26/6/2011).

Akibat BBM, khususnya solar, langka, ia memperkirakan, perusahaan mengalami peningkatan biaya operasional hingga 30 persen. Apalagi, sopir-sopir truk terpaksa harus membeli soalr dari pedagang eceran yang harganya bisa lebih mahal 70 persen.

Dihubungi terpisah, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung Mohamad Razif mengatakan, kelangkaan BBM bisa saja memicu inflasi. "Asalkan, memang berjalan dalam waktu yang lama dan pembelian di eceran ikut diperhitungkan dalam indeks," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau