Jalur Sepeda di KBT

Kompas.com - 27/06/2011, 03:17 WIB

Jakarta, Kompas - Dua jalan inspeksi yang mengapit kanal banjir timur sepanjang 23 kilometer dengan lebar lima meter bakal menjadi jalur sepeda. Usulan dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ini akan lebih meningkatkan animo bersepeda yang saat ini sudah tinggi.

Demikian disampaikan Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi dan Pejabat Pembuat Komitmen Banjir Kanal Timur Proyek Induk Pengembangan Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Parno ketika dihubungi, Minggu (26/6).

”Kami telah bertemu beberapa kali dengan Wali Kota Jakarta Timur dan Jakarta Barat membahas kemungkinan setiap jalan inspeksi yang mengapit kanal banjir timur (KBT) ataupun sungai-sungai lain di Jakarta dan sekitarnya bisa dijadikan jalur sepeda. Gubernur pun sudah setuju,” kata Syahrul yang juga Ketua Umum Komite Sepeda Indonesia (KSI).

Pekan ini, Syahrul Effendi dan sejumlah pejabat DKI terkait akan bertemu dengan wakil menteri PU. Parno pun yakin bahwa Kementerian PU tidak akan keberatan.

Syahrul berkeyakinan, dengan dijadikannya jalan-jalan inspeksi menjadi jalur sepeda, warga Jakarta bakal termotivasi untuk naik sepeda ke tempat kerja mereka. ”Sekarang, kan, sepeda baru digunakan sebagai sarana transportasi berjarak sangat dekat. Memang ada sebagian kecil warga Jakarta yang menggunakan sepeda ke kantor atau ke sekolah, tetapi belum signifikan,” papar Syahrul.

Sambil menunggu pembangunan jalur sepeda, KSI terus mendesak pengelola gedung kantor, mal, dan sekolah, menyediakan tempat parkir sepeda.

Ketua Pengurus Besar Ikatan Sepeda Indonesia Fanny Tanjung menyambut gembira rencana pembangunan jalur sepeda di jalan inspeksi.

HUT ”Kompas”

Kemarin, pukul 06.55, di halaman kompleks Gedung Polda Metro Jaya, Pemimpin Redaksi Harian Kompas Rikard Bagun, Kabid Humas Polda Metro Jaya Baharuddin Djafar, dan wakil dari perusahaan Prudential melepas 36.752 peserta gowes bareng Kompas.

Lukminto Wibowo, Ketua Pelaksana gowes bareng Kompas, mengatakan, acara ini adalah yang ke-43 kalinya. ”Jumlah peserta terbanyak pernah dicapai dalam acara serupa di Surabaya tahun 2009. Peserta mencapai 40.000 orang. Kala itu, memecahkan rekor jumlah peserta terbanyak pada acara sepeda santai,” tuturnya.

Beberapa peserta yang ditemui mengaku puas mengikuti acara ini. ”Tapi, di lain waktu, tolong acaranya dimulai lebih pagi. Pukul 06.00-lah,” kata Theo (46) yang ditemani anaknya, Ridwan (30).

Di Bandung, sekurangnya 1.000 pesepeda fixed gear bicycle atau kerap disebut fixie juga mengikuti acara ”Fixie for Fun” yang diselenggarakan untuk memperingati hari ulang tahun ke-46 Kompas.

Acara ini dibuka Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivanda. Dalam sambutannya, Ayi berjanji mengadakan Festival Sepeda Bandung yang akan mempertemukan seluruh pesepeda dengan berbagai kegiatan. (WIN/ELD)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau