Chong Wei Tak Terbendung

Kompas.com - 27/06/2011, 03:41 WIB

Jakarta, Kompas - Pemain tunggal putra Malaysia, Lee Chong Wei, tak terbendung untuk mempertahankan gelar di turnamen Djarum Indonesia Open Super Series Premier 2011. Chong Wei menyudahi perlawanan pemain Denmark, Peter Hoeg Gade, 21-11 21-7 pada laga final di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (26/6).

Dengan keberhasilan itu, Chong Wei terhitung sudah empat kali memenangi gelar juara tunggal putra di Indonesia Super Series. Ia pertama menjuarai Indonesia Super Series pada 2007 dilanjutkan tahun 2009 dan 2010, dengan mengalahkan Taufik Hidayat.

Kemenangan Chong Wei di babak final, Minggu, merupakan kemenangan termudah dalam turnamen ini. Chong Wei tampil percaya diri dan konsisten menyerang. Pada gim pertama, Chong Wei sudah langsung memimpin 8-3. Sementara itu, Peter Gade, pebulu tangkis peringkat kelima dunia itu, seperti kehilangan pola permainannya.

Chong Wei, yang saat ini masih tercatat sebagai pemain nomor satu dunia itu, terus menguasai lapangan. Gim pertama dituntaskan dengan skor 21-11.

Memasuki gim kedua, Peter Gade terlihat semakin tidak bisa mengimbangi permainan Chong Wei. Pemain berusia 29 tahun asal Malaysia itu memimpin dengan 18-4. Ia akhirnya menuntaskan gim kedua dengan 21-7. ”Saya tidak tahu apa yang terjadi pada Gade. Saya tadi hanya bermain lebih cepat dan terus memimpin,” ujar Chong Wei.

Sementara itu, Gade mengakui ia kelelahan saat menghadapi Chong Wei. Ia mengakui kelelahan karena setelah bermain di Singapura Open Super Series pekan lalu, ia langsung bermain di Indonesia Open Super Series Premier.

”Chong Wei begitu konsisten, percaya diri, dan menikmati permainannya,” ujar pemain Denmark berusia 34 tahun itu.

Kekalahan itu menambah panjang daftar kekalahan Peter Gade atas Chong Wei. Dari 13 kali pertemuan keduanya, Gade baru sekali mengalahkan Chong Wei.

Seusai turnamen di Indonesia ini, kejuaraan yang bakal ia ikuti adalah Kejuaraan Dunia 2011 di London, Inggris, Agustus.

Kegagalan Saina

Pada nomor tunggal putri, pemain unggulan empat asal India, Saina Nehwal, gagal memenuhi ambisinya membuat hat-trick. Ia menjuarai Indonesia Super Series 2009 dengan menundukkan tunggal putri China, Wang Lin. Kemenangan kedua ia buat di Indonesia Super Series 2010 dengan mengalahkan tunggal putri Jepang, Sayaka Sato.

Pada final kemarin, Saina sempat mendominasi hingga unggul 21-12 di gim pertama. Namun, di gim dua, kondisi berbalik. Wang Yihan yang di gim satu kurang berkembang permainannya malah berubah terus menyerang.

Wang Yihan sempat memimpin 19-16, tetapi terkejar oleh Saina hingga berbalik memimpin 20-19. Wang Yihan seperti tak terpengaruh dengan tekanan itu, bahkan terus menambah poin. Ia akhirnya menang 23-21. Kemenangan di gim dua menjadi motivasi bagi Wang Yihan terus menyerang hingga akhirnya menutup gim tiga dengan 21-14.

”Saya sempat gemetar mengingat ini final ketiga saya di Indonesia. Namun, inilah pertandingan, ada menang ada kalah. Saya tak beruntung kali ini. Meski begitu, saya tetap optimistis bisa meraih yang terbaik karena untuk mencapai final ini saya sudah mengalahkan pemain top, seperti Tine Baun,” ujar Saina.

Menguras tenaga

Bagi Wang Yihan, ia menilai Saina bukanlah lawan yang mudah dikalahkan. Pertandingan kali ini cukup menguras tenaga. ”Untung di gim dua dan tiga saya masih bisa memenangi pertandingan. Saya harus terus waspada setiap kali bertemu dengan Saina. Melawan dia, saya harus percaya diri,” ujar Wang Yihan, yang bertekad untuk kembali menjadi pemain nomor satu dunia.

(HLN/OTW)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau