Tangerang, Kompas -
”Penerbangan dialihkan ke Balikpapan karena jam operasional Bandara Manado sudah tutup pukul 23.00. Sementara jika dipaksakan mendarat di Manado malam ini juga, pesawat baru bisa tiba lebih dari pukul 23.00,” kata Kapten Rumiyanto di Balikpapan, Selasa tengah malam.
Rumiyanto mengatakan, keterlambatan perjalanan dari Bandara Soekarno-Hatta berawal dari pembatalan keberangkatan secara mendadak dari seorang penumpang saat semuanya sudah duduk dalam pesawat.
Pramugari dan kapten pilot membatalkan sementara penerbangan karena harus mengeluarkan bagasi penumpang yang membatalkan keberangkatannya.
”Demi menjaga keselamatan penumpang, kami terpaksa harus mengeluarkan bagasi penumpang itu. Awalnya kami mengira butuh 10-15 menit mencari bagasinya, tetapi karena barang itu sulit didapatkan, makanya lama baru pesawat diberangkatkan,” tambah Rumiyanto.
Pesawat, yang seharusnya berangkat pukul 18.00, itu terpaksa baru bisa diberangkatkan sekitar pukul 19.30.
Kejadian pesawat mendarat sementara sebelumnya pernah terjadi pada penumpang pesawat Lion Air tujuan yang sama, sekitar bulan Mei lalu. Saat itu, pesawat mendarat sementara di Bandara Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.
Para penumpang kecewa karena tidak bisa mendarat di Manado pada Selasa malam itu juga.
”Keluarga dari Motoling, Minahasa (perjalanan butuh 4-5 jam dari Motoling ke Manado), sudah datang menjemput, tetapi terpaksa mereka pulang malam itu dengan tangan hampa,” kata Albertus Wongkar (35), salah seorang penumpang.
Pihak maskapai penerbangan Lion Air menyalurkan penumpang ke sejumlah hotel dekat bandara itu. Penumpang baru mendapat makan malam pada Rabu sekitar pukul 03.00 dini hari.
Secara terpisah, Direktur Operasional Lion Air Andi Burhan atas nama manajemen meminta maaf kepada para penumpang atas kejadian itu.
”Kami akan mengambil langkah-langkah untuk menghindari terulangnya kejadian serupa,” kata Andi kepada Kompas.