Napi Selundupkan Narkoba di Alas Sendal

Kompas.com - 05/07/2011, 13:43 WIB

KEDIRI, KOMPAS.com — Seorang tahanan kelas II A Kediri tertangkap basah menyelundupkan puluhan butir narkoba jenis dobel L ke dalam tahanan. Ironisnya, ia tertangkap saat baru saja pulang dari menghadiri sidang putusan perkara dalam kasus yang sama di Pengadilan Negeri Kabupaten Kediri.

Pria nekat itu adalah Imam Rifa'i (29), warga Desa Jabang, Kecamatan Kras, Kabupaten Kediri. Terpidana dengan vonis hakim 15 bulan penjara itu menyembunyikan 724 butir dobel L di dalam sol sandal yang ia pakai.

Ulah pria yang sebelumnya menjadi pesakitan karena kasus dobel L di wilayah Polres Kediri itu terungkap saat dilakukan penggeledahan rutin oleh petugas lapas setempat, Senin petang.

Kepala Satuan Narkoba Polres Kediri Kota AKP Sudadi mengatakan, karena Lapas tempat kejadian perkara berada di wilayah Kota Kediri, pihak lapas menyerahkannya pada Polres Kediri Kota.

Berdasarkan pemeriksaan, kata Sudadi, ratusan pil dobel L tersebut didapat dari seseorang berinisial D yang menjenguk pelaku saat berada di sel tunggu kantor pengadilan. "Modusnya dengan cara menukar sandal yang sama dengan yang digunakan pelaku. Pemasok dengan inisial D ini yang masih kami selidiki," kata Sudadi, Selasa (5/7/2011).

Namun, petugas baru akan memproses masalah ini hingga selesainya pelaku melaksanakan masa hukumannya pada kasus sebelumnya. "Tetap kami proses, tapi nunggu dia keluar (dari lapas)," kata Sudadi.

Sementara itu, polisi juga mengamankan sandal yang mempunyai sol setinggi sekitar 7 centimeter dan telah dimodifikasi dengan cara dilubangi sekitar 15 centimeter. Agar muat dalam alas sendal, pil diurai tanpa bungkus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau