PADANG, KOMPAS.com - Kisruh pembongkaran Pasar Inpres Kota Padang, Sumatera Barat, yang dilakukan Pemerintah Kota Padang, ditanggapi ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Pasar Raya Padang (Ampepara), dengan melakukan demo.
Aksi digelar di halaman gedung DPRD Kota Padang Jalan Sawahan, Selasa (5/7/2011). Mereka adalah gabungan dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Padang, Pengenakan Hukum dan Politik (PHP) UNAND, Kajian Kritis Limau Manih (KAKI Lima), Persatuan Mahasiswa Khatolik Republik Indonesia (PMKRI), BEM FIS UNP dan Studio Merah Hukum Unand.
Pemkot Padang dituntut menyediakan tempat berdagang untuk pedagang Pasar Inpres I, pascapembongkaran kios darurat. Mereka pun menolak pelelangan pembongkaran Pasar Inpres II, III dan IV. "Jangan buat nasib rakyat tambah merana," ujar Juru Bicara Ampepara Rejo Fernandes dalam orasinya.
Satu jam setelah mereka melakukan aksi, tak ada seorangpun anggota DPRD Padang yang menemui mahasiswa dan pedagang. "Maaf, kami terlambat turun, karena sedang menggelar Rapat Pansus di atas," ujar Muharlion, Anggota Komisi II DPRD Padang.
Sekretaris Komisi II DPRD Kota Padang, Hendri Septa ketika menemui mahasiswa dan pedagang mengatakan, DPRD akan menindaklanjuti aspirasi ini ke Wali kota Padang. "Kita akan segera mencari titik temunya. Tapi, sekarang kita tidak bisa memutuskan, karena kami hanya berlima orang," ujarnya didampingi empat anggota DPRD Padang lainnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang