Caracas, Selasa
Mengenakan seragam tempur dan baret merah dari masanya sebagai tentara, Chavez terlihat tegar saat berbicara dari balkon istana kepresidenan Miraflores di Caracas. Ia melambaikan tangan kepada massa dan mengacungkan tinjunya.
Presiden yang berkarisma itu berpidato dengan penuh semangat walau suara kerasnya kadang melemah.
”Kita juga akan memenangi pertempuran untuk hidup ini,” kata Chavez. ”Kita akan hidup! Kita akan menang!”
Namun, kata-katanya sendiri mengungkapkan bahwa dia harus berjuang untuk pulih sepenuhnya dalam pekan-pekan mendatang.
Menteri Dalam Negeri Tareck El Aissami mengatakan, presiden akan harus cukup istirahat untuk memulihkan diri. ”Tetapi, itu tak berarti aksi pemerintah revolusioner akan melambat,” katanya kepada wartawan.
Setelah tiba dari Kuba Senin dini hari, Chavez (56) beristirahat seharian sebelum muncul di balkon istana.
Selama tiga pekan terakhir situasi politik Venezuela gamang. Kembalinya Chavez mengubah lagi dinamika politik lagi di negeri itu setelah politisi dari kubu pemerintah dan oposisi bersiap menghadapi ketidakhadirannya selama berbulan-bulan.
Kepulangan Chavez yang tiba- tiba adalah ciri khas pemimpin beraliran kiri itu, dan mengirim pesan yang jelas bahwa dia masih memegang kendali. Saat dirinya berada di Kuba, ketidakpastian melanda Venezuela, baik mengenai kondisinya maupun apa yang terjadi kalau kanker memaksa Chavez mundur dari kekuasaan.
Chavez menyampaikan hal itu secara langsung, termasuk rincian mengenai penyakitnya saat berbicara kepada massa yang menyemut sampai berblok-blok jalan dari Istana Miraflores. Ia memeluk dua putrinya, Maria dan Rosa, di balkon. Ia juga ditemani dua cucunya dan saudaranya, Adan.
Chavez berpidato selama 34 menit. Dia baru berhenti setelah salah seorang putrinya mengingatkan perintah dokter untuk beristirahat dan tidak berpidato lama seperti kebiasaannya.
Chavez yang populis dan yang menasionalisasi banyak industri itu tiba di negaranya tepat waktu untuk menghadiri peringatan hari kemerdekaan Venezuela ke- 200 dari penjajahan Spanyol.
Pendukungnya seharian turun ke jalan-jalan di Caracas menyerukan, ”Dia kembali! Dia kembali!” Walau pendukungnya bergembira, kondisi Chavez yang sebenarnya tak jelas. Ia mungkin akan menghadapi perawatan jangka panjang, menimbulkan pertanyaan mengenai kemampuannya menghadapi pemilu 2012.(AP/Reuters/DI)