Investasi

Hankook Bangun Pabrik Ban di Cikarang

Kompas.com - 06/07/2011, 04:18 WIB

Seoul, Kompas - Perusahaan penghasil ban kendaraan bermotor asal Korea Selatan, Hankook, akan membutuhkan hingga 60.000 ton karet alam Indonesia. Karet itu akan diserap pabrik yang sedang dibangun di Cikarang, Jawa Barat, dengan total investasi 1,1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 9,35 triliun.

CEO Hankook Suh Seung Hwa mengatakan, kebutuhan 60.000 ton karet itu akan tercapai saat pabrik beroperasi penuh pada 2018. Untuk tahap awal, Hankook akan membutuhkan 25.000 ton karet alam Indonesia.

”Tahap awal akan dimulai saat pabrik Cikarang mulai beroperasi tahun 2012 dengan target produksi 5 juta ban setahun. Saat ini proses pembangunan terus berlangsung,” ujarnya, Selasa (5/7), di Seoul, Korea Selatan.

Pada tahap awal pembangunan, Hankook menginvestasikan 360 juta dollar AS. Selanjutnya, secara bertahap, total investasi untuk fasilitas produksi akan bernilai 1,1 miliar dollar AS.

”Saat beroperasi penuh, kami menargetkan setidaknya diproduksi 12,5 juta ban per tahun dari pabrik Cikarang. Saat beroperasi penuh, kami akan membutuhkan 50.000 ton hingga 60.000 ton karet alam Indonesia,” ujarnya.

Pabrik itu akan menyerap hingga 4.000 tenaga kerja. Saat ini, Hankook sedang melatih 80 insinyur Indonesia di kantor pusat Hankook di Korea Selatan.

”Mereka akan menjadi tim pemula dalam operasi pabrik Cikarang. Kami juga akan mengirimkan ahli ke Cikarang saat produksi sudah berjalan. Mereka akan melakukan transfer pengetahuan pada pekerja setempat,” ujarnya.

Sementara Wakil Presiden Divisi Material Hankook Mun Dal Yong mengatakan, karet alam Indonesia memenuhi standar kebutuhan mereka. Posisi Indonesia sebagai pengekspor karet alam terbesar menguntungkan bagi Hankook yang akan segera memproduksi di Indonesia.

Basis ekspor

Wakil Presiden Eksekutif (Executive VP) Hankook Cho Hyun Bum mengatakan, pabrik di Cikarang akan menjadi basis produksi Hankook di Asia Tenggara dan Asia Pasifik. Hampir 50 persen produksi dari pabrik di Cikarang akan dipasarkan di Asia Tenggara. Sisanya akan diekspor ke pasar global.

”Pabrik ini salah satu penerapan strategi 5-1-1. Kami menargetkan menjadi produsen terbesar kelima pada tahun 2018 dengan total produksi 130 juta ban per tahun. Pabrik di Cikarang ikut berkontribusi untuk realisasi strategi itu,” ujarnya.

Menurut dia, Indonesia lokasi tepat untuk pengembangan pabrik baru. Ketersediaan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan pemerintahan yang ramah investasi mendorong Hankook berinvestasi di Indonesia.

”Pasar Indonesia sendiri sangat besar. Kami menargetkan setidaknya 25 persen produksi pabrik Cikarang dipasarkan di Indonesia,” tuturnya.

Ia tidak menampik pernah berencana mendirikan pabrik di Vietnam. Namun, krisis finansial global pada tahun 2008 menunda rencana tersebut. Setelah situasi membaik, Hankook melihat masa depan investasi di Indonesia lebih cerah.

”Kami akhirnya memutuskan berinvestasi di Indonesia. Seluruh investasi berasal dari internal,” ujarnya.

Pabrik di Cikarang dipastikan menggunakan teknologi terbaru. Pasalnya, tuntutan konsumen akan kualitas terus meningkat. ”Semua fasilitas produksi harus mampu memenuhi tuntutan itu,” tuturnya.(Kris Razianto Mada, dari Seoul, Korea Selatan)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau