Rsud terancam bangkrut

Ditegur Tim Kemenkes, Bupati Ralat Ucapan

Kompas.com - 08/07/2011, 14:04 WIB

GARUT, KOMPAS.com — Kabar yang menyebutkan bahwa RSUD dr Slamet di Garut,  Jawa Barat, terancam bangkrut karena banyaknya beban layanan jaminan kesehatan daerah bagi warga tidak mampu ternyata berbuntut panjang.

Jumat (8/7/2011), tim dari Kementerian Kesehatan langsung terjun ke lokasi untuk menindaklanjuti laporan tersebut. Mereka pun langsung melayangkan teguran kepada Bupati Garut yang sempat meminta agar kecamatan dan kelurahan menghentikan penerbitan surat keterangan tidak mampu (SKTM).

Hal ini diceritakan langsung Bupati Garut Aceng HM Fikri saat menggelar jumpa pers di kediamannya di Pamengkang, Kabupaten Garut, Jumat siang. "Saya menjelaskan kepada mereka tentang keberadaan Jamkesda Kabupaten Garut yang banyak dan membuat pusing. Hampir 50 persen jumlah penduduk Garut sepertinya menggunakan Jamkesda," kata HM Fikri.

Terkait dengan kondisi itulah, HM Fikri mengaku telah mengeluarkan pernyataan tentang pemberhentian sementara SKTM. "Tetapi Tim Kemenkes mengatakan, saya tidak perlu membuat pernyataan seperti itu karena program pemerintah saat ini adalah siapa saja dapat menggunakan pelayanan rumah sakit," ujar HM Fikri.

"Makanya, saya mengumpulkan teman-teman wartawan di sini untuk menarik kembali pernyataan saya kemarin. Pihak Kemenkes mengatakan siap membantu dalam menyelesaikan persoalan ini. Sisa uang Jamkesmas masih sekitar Rp 22 miliar lagi," ujarnya.

Menurut HM Fikri, jika RSUD Garut membutuhkan biaya Rp 14 miliar untuk menutupi utang yang ada, hal itu dapat diajukan kepada Menteri Kesehatan. "Untuk itu mulai dari sekarang silakan saja bagi masyarakat Garut apabila ingin berobat ke rumah sakit daerah. Tetapi, harus menahan diri juga untuk menggunakan SKTM, apabila dirasa mampu, tidak perlu menggunakan SKTM," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau