Kecelakaan transportasi

Pesawat Jatuh Tewaskan 46 Orang

Kompas.com - 09/07/2011, 07:15 WIB

KINSHASA, KOMPAS.com — Sedikitnya 46 orang tewas ketika sebuah pesawat jatuh saat akan mendarat dalam hujan deras di Republik Demokratik Kongo timur, Jumat, kata perusahaan penerbangannya.

Pesawat komersial yang dioperasikan oleh Hewa Bora Airways dan membawa 118 penumpang dan awak itu jatuh di Bandara Kisangani di wilayah timur laut negara itu.

"Kami telah menemukan 44 mayat dan ada 2 orang terluka yang meninggal di rumah sakit sehingga jumlah korban tewas menjadi 46 orang," kata Direktur Utama Hewa Bora Stavros Papaioannnou. Menurut dia, jumlah korban bisa bertambah.

Pemimpin perusahaan penerbangan itu mengatakan, para awak Boeing 727 tersebut termasuk di antara yang tewas. Sebanyak 53 orang selamat dalam kecelakaan itu. Belum ada penjelasan mengenai nasib 19 orang lain yang naik pesawat itu sejauh ini.

"Mereka telah tiba di Kisangani, ada cuaca buruk, mereka berusaha mendarat tanpa mencapai lancasan pacu," ujarnya.

Papaioannnou mengatakan, hujan lebat pada waktu itu mengganggu operasi pertolongan.

Pesawat itu dalam rute komersial reguler dari Kinshasa ke Kisangani dan Goma ketika pesawat itu dihantam oleh badai saat mendekati bandara, Lambert Mende, seorang juru bicara pemerintah setempat, menuturkan.

Gulungan asap hitam terlihat di ujung landasan pacu, seorang wartawan AFP melaporkan. Namun, penerbangan-penerbangan yang ditangguhkan setelah kecelakaan itu telah dimulai lagi dalam waktu singkat.

Hewa Bora menyatakan, pesawat itu membawa 112 penumpang dan 5 awak yang terdiri atas 3 pilot, 2 pramugari, dan 1 mekanik.

Kecelakaan pesawat acapkali terjadi di Kongo. Penyebabnya adalah kebanyakan pesawat sudah tua, kurang perawatan, diabaikannya aturan keselamatan, serta cuaca buruk.

Setiap dari 50 atau sebanyak itu pesawatnya telah didaftar hitam oleh Uni Eropa yang melarangnya ke wilayah udaranya.

Sebuah pesawat PBB jatuh ketika berupaya mendarat  saat ada badai di Kinshasa, April lalu, yang menewaskan 32 orang. Satu orang selamat dalam salah satu bencana terburuk yang melibatkan angkutan PBB.

Pesawat pembombardir CRJ-100 yang dioperasikan oleh Misi PBB di Kongo, MONUSCO, hancur karena pesawat menghantam tanah ketika pilot berusaha mendarat saat hujan lebat.

Pesawat itu membawa 29 penumpang yang sebagian besar pejabat dan tentara penjaga perdamaian PBB dan 4 awak dalam penerbangan reguler dari Kisangani ke bandara N’Djili di Kinshasa, Ibu Kota Kongo.

Pada Agustus tahun lalu, sebanyak 20 orang tewas setelah sebuah pesawat yang diterbangkan oleh pemimpin sebuah maskapai penerbangan setempat jatuh saat mendarat di bagian barat negara itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau