Karangasem, Kompas -
Ketidaksiapan itu menyebabkan kapal pesiar Sun Princess dari Australia batal menjadi kapal pertama yang secara resmi berlabuh di pelabuhan itu, Sabtu (9/7). Kapal yang mengangkut 2.081 penumpang itu akhirnya singgah di Pelabuhan Benoa, Denpasar, dan berencana akan kembali ke Pelabuhan Tanah Ampo pada 17 Juli 2011.
Staff Captain Sun Princess, Kevin Grant, mengecek langsung kondisi di pelabuhan yang terletak di Desa Tanah Ampo, Kecamatan Manggis, Karangasem, itu pada Sabtu siang.
”Ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Kalau sampai tanggal 17 Juli belum siap lagi, kami batal datang,” katanya.
Menurut Kevin, ada lima rekomendasi perbaikan dermaga yang ia ajukan. Rekomendasi itu adalah penambahan ramp untuk menuju ke ponton atau dermaga apung, jaring pengaman pada tangga di ponton, penggantian tangga ponton yang lebih fleksibel, penambahan karet pengaman di dermaga, dan sertifikasi ponton.
Ketika dicoba, ponton yang masih belum selesai dibuat itu tampak tidak stabil. Tangga penghubung dari dermaga ke ponton terus bergoyang dan berdecit karena hanya memiliki satu engsel (naik dan turun). Tangga dikhawatirkan lepas jika ponton terhantam ombak dan mengarah ke samping.
Ponton diperlukan karena panjang dermaga di pelabuhan itu hanya 150 meter dan belum diperpanjang sehingga kapal pesiar dengan panjang di atas 200 meter tidak dapat bersandar. Kapal besar terpaksa membuang sauh di dekat dermaga dan penumpang kapal diangkut ke ponton dengan menggunakan sekoci.
Pengawas Pekerjaan Ponton Pelindo III Cabang Benoa, I Gusti Lanang Bagus Wirawibawa, mengatakan, perbaikan ponton dapat diselesaikan paling cepat dua hari.
”Sebelum tanggal 17 Juli nanti pasti sudah selesai dan dapat dipakai,” katanya.
Kevin menyayangkan ketidaksiapan ini karena Pelabuhan Tanah Ampo sebenarnya sangat potensial dan lebih menarik dibandingkan dengan pelabuhan lain. Begitu tiba di dermaga, penumpang langsung disuguhi pemandangan berupa bukit-bukit yang indah. ”Kami berharap pelabuhan ini dapat segera disempurnakan,” katanya.
Selain dermaga yang belum siap, terminal penumpang juga belum selesai dibangun. Suasana di dalam terminal berlantai dua itu masih kosong. Area luar terminal juga masih berdebu dan belum tertata. Besi pada tangga berjalan dan penutup lampu sudah mulai berkarat.
”Kami masih akan bangun kantor keimigrasian di terminal ini untuk memudahkan para wisatawan,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karangasem I Wayan Purna. Pembangunan gedung terminal itu merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi Bali.