4 Makanan Pelawan Radang Sendi

Kompas.com - 12/07/2011, 08:18 WIB

KOMPAS.com – Rheumatoid arthritis (RA) atau lebih dikenal dengan istilah radang sendi kronis adalah penyakit autoimun yang menyerang persendian dan struktur di sekitarnya. Serangan penyakit ini umumnya menyebabkan peradangan kronis, kekakuan dan rasa nyeri.

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa diet Mediterania dapat membantu menurunkan risiko peradangan dalam tubuh. Diet Mediterania adalah program diet yang banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, gandum, biji-bijian, ikan, dan minyak zaitun.

Berikut ini adalah empat jenis makanan yang dapat Anda coba, khususnya bagi mereka yang menderita rhematoid :

1.  Ikan

Orang-orang yang menderita rematik umumnya akan memproduksi sitokin secara berlebih. Lemak tak jenuh ganda, terutama omega 3 akan membantu dalam menekan inflamasi sitokin dan bahan kimia lainnya.

Hampir semua jenis ikan memiliki kandungan omega 3. Asam lemak omega 3 banyak terdapat pada ikan salmon, herring, sarden, dan teri.  The American Heart Association merekomendasikan untuk mengonsumsi kan setidaknya dua kali dalam seminggu. Ikan sebaiknya dipanggang dan tidak digoreng. Hal ini dimaksudkan untuk mempertahankan kandungan lemak sehat.

Jika tidak suka ikan, Anda bisa mengkonsumsi makanan lain yang kaya omega 3 asam lemak seperti walnuts (kenari), canola oil, dan kacang kedelai. Atau tanyakan kepada dokter Anda tentang suplemen omega 3 yang berasal dari tanaman.

2.  Buah dan Sayuran

Ahli gizi sering menyarankan orang untuk menambahkan warna pada diet mereka. Karena, zat yang memberi warna pada buah dan sayuran yakni flavonoid dan karotenoid  berpotensi sebagai antioksidan. Antioksidan adalah komponen penting dari diet dalam melawan inflamasi (peradangan). Vitamin C merupakan antioksidan yang ditemukan dalam banyak buah-buahan dan sayuran.

Buah dan sayuran yang tinggi antioksidan termasuk di antaranya blueberry, blackberry, labu, ubi jalar, wortel, tomat, paprika, jeruk, brokoli, dan melon.

Memilih makanan yang berwarna-warni, dengan warna merah, oranye, kuning, biru, hijau, dan ungu – secara tidak langsung akan membuat Anda mengkonsumsi beragam buah-buahan dan sayuran, sehingga membantu Anda untuk mendapatkan diet yang seimbang.

3. Biji-bijian

Sebuah studi yang dipublikasi dalam The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa orang yang mengonsumsi lebih banyak biji-bijian seperti oatmeal, beras merah, dan barley mengalami penurunan tingkat C-reaktif protein (CRP) atau penanda peradangan dalam tubuh.

Pasta gandum dan roti merupakan keunggulan dari Diet Mediterania yang mengandung selenium. Beberapa orang yang menderita rhematoid umumnya memiliki tingkat kadar selenium yang rendah dalam darah mereka.

Keuntungan lain dari makanan biji-bijian, bukan karbohidrat olahan - seperti roti putih dan nasi putih - adalah bahwa gandum utuh dapat membantu Anda mengelola berat badan Anda lebih baik.

4. Minyak Zaitun

Sebuah studi yang dimuat The American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa orang yang sedikit mengkonsumsi minyak zaitun lebih berisiko terkena rhematoid dibandingkan dengan mereka yang mengkonsumsinya dalam jumlah yang banyak. Studi menunjukkan bahwa senyawa dalam minyak zaitun menghentikan produksi bahan kimia yang menyebabkan peradangan.

Selain menjadi komponen penting sebagai anti-inflamasi, minyak zaitun juga berfungsi sebagai pengganti untuk lemak jenuh dan trans. Lemak jenuh ditemukan dalam makanan seperti susu, mentega, es krim, lemak dan daging merah. Lemak trans ditemukan dalam banyak makanan yang dalam proses memasaknya dipanggang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau