WASHINGTON, KOMPAS.com — Irak memulai kembali perundingan untuk membeli 36 jet tempur Amerika Serikat dalam satu kontrak bernilai miliaran dollar. Washington berharap kedatangan jet-jet itu akan membantu menahan pengaruh Iran. Demikian lapor harian Wall Street Journal, Senin (11/7/2011).
Irak membekukan perjanjian bernilai 4,2 miliar dollar Amerika Serikat untuk membeli 18 jet tempur pada awal tahun karena ketidakstabilan berkaitan dengan situasi di negara Arab itu. Namun, kini mereka sedang mempertimbangkan satu pembelian yang bahkan lebih banyak. Demikian menurut surat kabar itu dengan mengutip para pejabat Amerika Serikat (AS) dan Irak.
Harian itu memberitakan keinginan tersebut sehubungan dengan pendapatan dari minyak bumi yang diperkirakan lebih besar dari yang diperkirakan. Hal itu juga terkait dengan kekhawatiran kedua pihak menjelang penarikan 46.000 tentara AS yang tersisa dari negara itu pada akhir tahun ini. Perjanjian pembelian pesawat yang mungkin dicapai itu bernilai miliaran dollar dan perlu beberapa tahun bagi pabrik untuk memproduksinya.
Harian itu memberitakan, Irak juga meminta sistem pertahanan udara yang ditempatkan di darat, termasuk rudal-rudal darat ke udara dan meriam-meriam besar.
Masih menurut Wall Street Journal, Oman juga akan membeli 18 pesawat tempur F-16 dengan harga 3,5 miliar dollar AS.
Menteri Pertahanan AS Leon Panetta, dalam kunjungan mendadak ke Baghdad, Senin, mengatakan bahwa pasukan AS akan terus memburu pemberontak yang didukung Iran. Ia mengatakan, mereka telah membunuh banyak tentara AS. Washington telah mendesak Irak membuat keputusan apakah negara itu menginginkan pasukan AS tetap berada di negara itu setelah akhir tahun ini, saat seluruh pasukan AS akan ditarik sesuai dengan perjanjian keamanan tahun 2008.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang